Sektor pertanian dinilai mampu tumbuh di tengah kontraksi yang terjadi di sektor-sektor lain.

Jakarta, tambahasil.com – Sektor pertanian, terutama di sejumlah komoditas, kini sedang menikmati bulan madu berupa melambungnya harga komoditas. Misalnya, harga minyak sawit mentah (CPO) yang kini bergerak naik di level USD4.338 per ton di Bursa Malaysia, pada Selasa (14/9/2021).

Tak dipungkiri, ketangguhan sektor pertanian sebagai bantalan pelontar kinerja ekonomi Indonesia telah teruji beberapa waktu lalu. Pada tahun pertama wabah pandemi, lini industri dengan kontribusi pertumbuhan lapangan usaha terbesar terhadap produk domestik bruto itu sempat tertatih.

Namun dalam perjalanan berikutnya, sektor itu masih memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, sejumlah komoditas yang selama ini jadi andalan mengalami kontraksi.

BACA  Ternak Ayam Kampung Untuk Keluarga dan Penghasilan

Di sektor pertanian, sepanjang Januari–Juli 2021, sektor itu tetap mencatat pertumbuhan secara year-on-year (YoY) 8,72 persen. Menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian pada 2020, memang sempat melambung 13,98 persen secara YoY menjadi USD4,12 miliar.

Per semester I/2021, rapor hijau berlanjut dengan pertumbuhan 14,05 persen YoY. Meski moncer secara kasat mata, ekspor pertanian hanya berkontribusi 1,86 persen terhadap total perdagangan luar negeri. Di dalam negeri, Indonesia juga kerap menghadapi tantangan produksi.

Bagi Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Asep Asmara, perkembangan ekspor pertanian itu bersifat temporer.

“Perlambatan itu diprediksi sementara seiring dengan proses pemulihan ekonomi. Ekspor pertanian dan kehutanan ke depannya justru diproyeksi tumbuh positif sejalan dengan peningkatan harga-harga komoditas pertanian,” kata Asep, Jumat (10/9/2021).

BACA  Presiden Melihat Potensi Tanaman Porang Sebagai Makanan Sehat Masa Depan

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.