Jakarta, tambahasil.com – Ayam kampong atau kita kenal dengan nama ayam buras (bukanras) merupakan salah satu potensi unggas lokal, yang mempunyai prospek dikembangkan terutama masyarakat di perdesaan. Ayam buras, selain memiliki daya adaptasi yang baik dengan lingkungan barunya, juga preferensi konsumen terhadap ayam tersebut cukup tinggi, hal ini terbukti dengan permintaan konsumen akan produk unggas ini (daging dan telur) setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Di sisi lain, bahwa ayam buras lebih rentan terhadap serangan penyakit dibandingkan dengan jenis unggas lainnya, seperti itik, entok, angsa dan lainnya. Kepekaan terhadap penyakit ini, membawa konsekuensi terhadap lambatnya peningkatan populasi ayam buras tersebut.

Beberapa jenis penyakit yang umum menyerang pada ayam buras, baik yang bersifat menular (Infeksius) dan non infeksius (tidak menular) di antaranya :

1. Penyakit Tetelo (ND=Newcastle Disease)

Penyebab       :    Virus dari golongan paramyxoviru.
Gejala klinis   :   Sesak nafas, terdengar bunyi ngorok, lesu, lemah, bulu kusam, sayap terkulai, leher sering tertarik kebelakang, berputar-putar, nafsu makan menurun, jengger dan pial berwarna merah kebiru-biruan dan akhirnya mati. Tingkat kematian 80 -100 %.
Penyebaran  :   Melalui kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi, dan dapat juga terjadi kontak dengan ternak sakit, pakan, selama pengangkutan, tikus, keong dll. Penyakit ND ini menyerang disemua umur ayam.
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannnya, vaksinasi ND secara berkala.
Pengobatan    :    Belum ada pengobatan yang handal

2. Penyakit Cacing

Penyebab       :    Cacing
Gejala klinis    :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun.
Penyebaran    :    Terjadi pada saat makan pakan yang tercemar, kondisi kandang yang lembab, becek dan berair.
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya,
Pengobatan    :    Menggunakan preparat sulfa dan anti cacing. Obat tradisional bisa menggunakan biji pinang atau daun papaya.

BACA  Kreasi Soilblock Sebuah Alat Semai Ramah Lingkungan

3. Penyakit Berak Darah (Coccsidiosis)

Penyebab       :    Koksidia (protozoa)
Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, sering berak bercampur darah
Penyebaran:   :    Kontak langsung dengan ayam yang sakit, melalui pakan dan air minum
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya, jauhkan ayam yang sakit dengan kelompok yang sehat.
Pengobatan    :  Menggunakan preparat sulfa dan koksidiostat dalam pakan dan air minum. Dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

4. Penyakit Mata (Oxypilurasis)

Penyebab       :    Koksidia (protozoa)
Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannnya, hindari kontak langsung dengan ayam yang sehat.
Penyebaran    :    Kontak langsung dengan ayam yang sakit, peralatan kandang dan tempat pakan dan air minum
Pengobatan    :    Menggunakan preparat antibiotik. Dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

5. Penyakit Berak Putih (Pullorum)

Penyebab       :    Bakteri (Salmonella pullorum)
Gejalaklinis     :    Lesu, lemah, bulu kusam, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, sering berak putih seperti pengapuran, keluar cairan (eksudat putih kekuningan kental dari rongga hidung,  dan akhirnya mati. Tingkat kematian berkisar antara 20 – 40 %.
Penyebaran    :    Kontak lansung dengan ayam yang sakit
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhkan ayam yang sakit dengan yang sehat (tindakan isolasi)
Pengobatan    :    Menggunakan preparat antibiotic terramicyn, oksitetrasiklin dan pemberian vitamin.  Dosis sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut

BACA  Program Penguatan Kemandirian Pesantren Melalui Pelatihan Agribisnis

6. Penyakit Bengkak Persendian Tulang Kaki

Penyebab       :    Kekurangan kalsium dan vitamin B kompleks
Gejalaklinis     :    Nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, pincang dan kelumpuhan.
Penyebaran    :    –
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannnya, suplementasi kalsium dan pemberian vitamin B complex dalam pakan,
Pengobatan    :    Menggunakan dosis sesuai dengann petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat tersebut.

7. Penyakit Pilek (Snot)

Penyebab       :    Bakteri Hemophillus gallinarum
Gejalaklinis     :    Ayam selalu gelisah, nafsu makan turun dan kurus bobot badan menurun, rongga hidung mengeluarkan cairan kental (eksudat), kelopak mata menjadi lengket , penurunan produksi telur.
Penyebaran    :    Melalui kontak langsung dengan ternak yang sakit
Pencegahan   :    Sanitasi kandang dan lingkungannya, Jauhkan ayam yang terkena dengan yang sehat.
Pengobatan   :   Dapat diberi obat dari golongan sulfa dan antibiotika yang disesuaikan dengan jumlah pemberian atau dosis yang tertera dalam kemasan obat.

Oleh Harun Kurniawan, S.Pt  | Litbang Kementan

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.