Kementerian Kominfo mengembangkan aplikasi PeduliLindungi untuk mengoptimalkan perlindungan kesehatan masyarakat. Aplikasi ini akan digunakan pada seluruh moda transportasi.

Jakarta, tambahasil.com – Pemerintah mulai menerapkan Aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat utama dalam memberikan izin masyarakat ketika mengunjungi sejumlah fasilitas umum.

Sistem ini sebagai upaya pemerintah mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital agar selalu memperhatikan protokol kesehatan meski pandemi Covid-19 sudah dapat dikendalikan. Ke depan, setelah terbentuk herd immunity, mau tak mau, masyarakat hidup bersama dengan virus.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 hingga 4 di Jawa-Bali periode 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021. Adapun, PPKM di luar pulau Jawa-Bali diterapkan sejak 24 Agustus 2021 sampai 6 September 2021.

Penggunaan aplikasi Pedulilindungi, seiring dengan upaya pemerintah dalam melakukan sejumlah penyesuaian kegiatan masyarakat yang tinggal di daerah yang menerapkan kebijakan PPKM Level 3.

BACA  ‘Post 2020 Global Biodiversity Framework’ Jadi Standar Keberlangsungan Hidup

Penyesuaian yang dimaksud, antara lain, pembukaan tempat ibadah dengan kapasitas maksimal 25 persen atau sekitar 30 orang, restoran diperbolehkan dibuka dengan kapasitas 25 persen dengan dua orang dalam satu meja, jam operasional pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen hingga pukul 20.00.

Kabar baiknya adalah dalam seminggu ke depan wilayah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, dan Surabaya Raya telah turun dari PPKM Level 4 menjadi Level 3. Daerah-daerah tersebut telah memenuhi indikator assesmen seperti penurunan kasus positif, tingkat keterisian ruang perawatan dan capaian testing, tracing and treatment (3T). Dengan penurunan level tersebut, kabupaten/kota yang masuk ke Level 3 saat ini bertambah menjadi sebanyak 67 kabupaten/kota. Sementara untuk Level 2 jumlahnya bertambah menjadi 10 kabupaten/kota.

BACA  Warga Afganistan di Jerman Ungkap Kengerian di Negaranya

Satu hal, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan, sejauh ini pemerintah telah menerapkan penggunaan Aplikasi Pedulilindungi sebagai sarana skrining (penapisan) di tempat-tempat publik dan keramaian, seperti mal/pusat perbelanjaan, tempat olahraga outdoor, dan pabrik-pabrik industri.

Pada masa mendatang, pemerintah akan mendorong penggunaan aplikasi tersebut bagi seluruh moda transportasi, seperti pesawat, kereta api/KRL, bis umum, kapal laut, dan angkutan penyeberangan. Juga di tempat ibadah, kegiatan sosial keagamaan, pendidikan maupun pertunjukan seni budaya.

Sejak diterapkan PPKM, total masyarakat yang melakukan skrining Aplikasi Pedulilindungi mencapai 5,9 juta orang, dan tercatat sejumlah 12.459 orang di antaranya tidak diperkenankan masuk/melakukan aktivitas oleh sistem.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.