Stimulus mendorong bangkitnya gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang konsisten berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Pemerintah telah memutuskan untuk kembali memperpanjang diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen untuk mobil berkapasitas mesin kurang dari 1.500 cc, hingga Desember 2021.

Pemberian diskon pajak ini merupakan perpanjangan kebijakan yang kedua kali dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, pembebasan pajak barang mewah mobil 1.500 cc hanya berlaku hingga Juni 2021, lalu dilanjutkan hingga Agustus 2021, dan sekarang hingga akhir tahun.

Kebijakan itu tentu patut diapresiasi. Pasalnya, instrumen itu merupakan salah satu cara pemerintah untuk terus berupaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Salah satu upayanya melalui pemberian insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor.

“Kementerian Keuangan sudah senada dengan kami, bahwa PPnBM DTP dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (13/6/2021).

BACA  Industri Mebel Nasional di Masa Pagebluk Tangkap Peluang Ekspor

Selain itu, dia menambahkan, stimulus itu tentunya diharapkan mendorong bangkitnya gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Perpanjangan pemberian insentif PPnBM DTP diusulkan oleh Menperin dan disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan, dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38.000 orang.

Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut. “Artinya, industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal,” paparnya.

BACA  UMKM Orang Asli Papua Ikut Dalam Pameran PON Papua

Khusus berkaitan dengan pemberian stimulus itu, pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM DTP terhadap pembelian mobil baru sejak 1 Maret 2021. Program ini dimulai untuk mobil penumpang 1.500 cc dengan kandungan lokal tertentu.

Skemanya, per tiga bulan diberlakukan perubahan potongan pajak, yakni Maret–Mei diskon 100 persen, Juli–Agustus 50 persen, dan Oktober–Desember 25 persen.

Seiring perkembangan implementasi kebijakan tersebut, kinerja industri otomotif dan penjualan mobil di tanah air menunjukkan tren yang positif. “Pemerintah memang akan melakukan evaluasi per tiga bulan untuk melihat dampak dari diskon PPnBM DTP untuk pembelian mobil baru,” ungkap Agus.

Terlepas dari semua itu, kebijakan itu memberikan angin segar bagi pelaku industri otomotif. Penjualan mobil sangat terbantu dengan adanya insentif PPnBM ditanggung pemerintah tersebut. Gairah penjualan hadir karena hampir seluruh mobil-mobil yang mendapatkan diskon PPnBM adalah kendaraan yang telah lama menjadi pilihan utama konsumen otomotif dalam negeri.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.