Atlet-atlet wajah baru bersaing dengan para senior mereka untuk memperbaiki catatan rekor nasional lama ajang pesta olahraga multicabang nasional empat tahunan penyandang disabilitas.

Dua cabang olahraga, atletik dan renang tidak hanya menjadi ladang panen medali bagi para kontingen peserta Pekan Paralimpik Nasional 2021 di Papua. Kedua cabang yang dilaksanakan di Komplek Olahraga Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura tersebut juga menjadi arena hujan pemecahan rekor-rekor semisal Peparnas, nasional, ASEAN Para Games, dan Asian Para Games.

Pada hari ketiga, Senin (8/11/2021), Stadion Utama Lukas Enembe menjadi saksi terjadinya pemecahan enam rekor dari cabang atletik Peparnas Papua. Pelari jarak pendek Jawa Barat, Indah Khoirunisa membuka lembaran pemecahan rekor hari ketiga ketika mencatat waktu satu menit 3,93 detik dari nomor 400 meter klasifikasi T20. Indah memperbaiki pencapaian Tiwa (Riau) yang dicetak pada Peparnas XV di Jabar pada 2016. Saat di Bumi Pasundan itu, Tiwa mencatat waktu satu menit 4,14 detik.

BACA  Gejala Inflasi Global Alasan Kenaikan Harga Pangan

Pelari jarak menengah, Maria Goreti pun tak mau kalah. Ia turut menjadi yang tercepat menyentuh garis akhir nomor lari 1.500 meter putri kelas T52-54. Dengan catatan waktu 4:28.65 menit, atlet yang mewakili DKI Jakarta itu memecahkan rekor Peparnas XIV Riau atas nama Awin Listyowati, 5:31.70 menit.

Selanjutnya ada Zakaria, andalan Nusa Tenggara Barat yang bertarung di nomor 400 meter putra kelas T20. Ia merebut emas dengan torehan waktu 50,77 detik. Hasil tersebut membuatnya sukses memperbaiki rekor lama Peparnas yang dibuat Felypus Kolymau (Nusa Tenggara Timur). Felypus mencatat 50,99 detik yang diciptakannya ketika tampil di Peparnas Jabar 2016 lalu.

Lalu ada Amirul Salam yang turun di nomor 400 meter putra klasifikasi T13. Atlet asal Jabar itu membuat waktu 53,74 detik dan berhasil memecahkan rekor atas namanya sendiri di Peparnas 2016. Saat itu ia mencetak waktu 53,87 detik. Kemudian ada Slamet Wahyu Jati yang turun di nomor 400 meter putra T12. Atlet dari Jawa Tengah itu memiliki catatan waktu 51,57 detik dan berhasil memperbaiki rekor lama Peparnas kepunyaan Iwan Susanto. Di Peparnas 2016, Iwan Susanto mencatat waktu 55,87 detik.

BACA  Presiden Apresiasi Berbagai Pihak Pada Penutupan Peparnas XVI Papua

Di nomor 400 meter putra klasifikasi T11, pelari debutan asal Jateng, Muhammad Dimas Ubaidillah berhasil memecahkan rekor nasional dengan catatan waktu 55,55 detik. Ia mampu melampaui rekor nasional (rekornas) milik Rully Alkahfi Mubarok yang tercipta pada Peparnas 2016 dengan waktu 56,53 detik.

Dari arena kolam renang, hujan rekor juga terjadi. Seperti halnya di atletik, sejumlah wajah baru ikut mencuri perhatian dengan prestasi gemilang mereka. Di antaranya ada M Gerry Pahker dan Siti Alfiah.

Gerry, debutan dari kontingen Riau sukses mencetak rekor nasional baru setelah membukukan waktu 44,32 detik di nomor 50 meter gaya dada S6 putra. Perenang 16 tahun ini memperbaiki rekor lama atas nama Toif Fauzi yang sebelumnya menciptakan waktu 48,02 detik pada Peparnas 2016.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.