Dua musisi ternama asal Indonesia Addie MS dan Anggun memberi semangat pantang menyerah kepada siswa di Bumi Perkemahan Heram, Kota Jayapura.

Jayapura, tambahasil.com – “Ku sayang kepadamu duhai ayah ibuku, janganlah kau menyesal, terimalah aku apa adanya” demikian sepotong lirik Terima Apa Adanya yang dilantunkan suara merdu Andre sambil berdiri. Ada Fajar yang berada di sebelah pemuda 18 tahun itu. Tangan Fajar tak pernah lepas dari lengan Andre yang telah tuna netra sejak lahir. Lengkingan suaranya terus menyihir puluhan orang yang duduk mematung di kursi plastik merah di bawah tenda berukuran panjang 20 meter dan lebar tiga meter.

Di seberang tenda biru dengan kursi plastik merah tadi, terdapat pula tenda lebih kecil ukurannya dengan susunan kursi berlapis kain oranye. Pada salah satu kursi duduk seorang pria berkacamata dengan kemeja putih lengan panjang dan celana denim hitam. Ia tampak menikmati lantunan suara si penyanyi. Sepatu keds hitam yang ia kenakan berkali-kali dihentakkan perlahan sembari menganggukkan kepala. Begitu pula kedua tangannya mengayun-ayun pelan seolah sedang memimpin sebuah orkes.

BACA  PON XX Momentum Memberdayakan Ekonomi Rakyat Papua

Di sebelah pria berkacamata itu, seorang perempuan berambut hitam panjang terurai lebat ikut bertingkah serupa. Kakinya ia hentakkan pelan dan tangannya seperti menari. Sesekali ia harus membetulkan helai-helai rambutnya yang tersibak di pundak oleh embusan angin sejuk perbukitan.

Perempuan berkulit sawo matang itu nampak begitu serasi dengan tampilan baju berkelir krem lebar bertepi rumbai dipadu celana panjang warna senada. Si pria berkacamata dan perempuan berambut hitam panjang tadi adalah sosok yang banyak dikenal oleh masyarakat. Mereka merupakan musisi sekaligus pencipta lagu ternama di Indonesia dan dunia.

Keduanya adalah Addie Muljadi Sumaatmadja dan Anggun Cipta Sasmi. Addie MS, demikian ia lebih dikenal, merupakan musisi senior berusia 62 tahun. Ia merupakan pencipta lagu, komponis, dan pendiri sekaligus dirigen orkes simfoni Twilite Orchestra. Sedangkan perempuan di sebelahnya adalah Anggun, penyanyi dunia kelahiran Indonesia yang terkenal dengan Snow on Sahara.

Addie dan Anggun siang itu menjadi tamu istimewa bagi Andre dan sekitar 40 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Papua. Sekolah yang berlokasi di kawasan sejuk Bumi Perkemahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura ini menjadi salah satu lokasi kunjungan keduanya sebelum menjadi pengisi acara pada pembukaan Pekan Paralimpik Nasional 2021, Jumat (5/11/2021) malam.

BACA  Posisi Cadangan Devisa Indonesia Catat Rekor Tertinggi

Anggun yang didaulat memberikan sambutan mengaku kagum dengan suara Andre, lulusan kelas 12 dari SLB terbaik di Papua itu. Tak hanya itu, ia juga mengaku terkejut dengan perkembangan pembangunan Papua saat ini. “Saya terakhir ke sini pada 1989 akhir bersama almarhum Gito Rollies. Waktu itu namanya masih Irian Jaya. Saya mendarat di Sentani, dari jendela pesawat saya melihat perubahan besar dari Papua. Saya ikut bangga,” kata penyanyi kelahiran 29 April 1974 itu.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.