Sektor industri agro memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas.

Jakarta, tambahasil.com – Pada kuartal III-2021, sektor industri agro berperan terhadap pertumbuhan nasional sebesar 8,86% atau berkontribusi 51,16% terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas.  Hal tersebut dikatakan Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika pada acara gathering Forum Wartawan Industri (Forwin) di Bandung, pada pertengahan November lalu.

Putu Juli Ardika menyebutkan, industri makanan dan minuman sebagai subsektor industri agro memberikan kontribusi sebesar 38,91% terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas. Hal ini menunjukkan aktivitas industri makanan dan minuman tetap terjaga meskipun di tengah dampak pandemi.

BACA  Mandalika Memberi Berkah Bagi Kehidupan Masyarakat

Kontribusi lainnya berasal dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,46%, industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,78%, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,62%, serta industri furnitur sebesar 1,40%. Menurut Putu Juli, secara umum, pertumbuhan PDB sektor industri agro menunjukkan performa yang membaik.

Bahkan, sektor industri agro juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas dengan sumbangsihnya sebesar 36,73%. Selain itu, berkontribusi sebesar 28,54% terhadap total ekspor nasional pada Januari–September 2021.

Putu menegaskan, pihaknya telah menjalankan amanah nota perjanjian kerja sama antara Kemenperin dan Kementerian Pertanian, yang bertujuan untuk menyinergikan tugas dan fungsi kedua lembaga tersebut dalam upaya mendukung pembangunan serta pengembangan industri agro ke depan.

BACA  Digital Economy Working Group (DEWG) di Yogyakarta

Ruang lingkup kesepakatan bersama tersebut meliputi peningkatan produksi, peningkatan mutu, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian sebagai bahan baku industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), peningkatan jejaring kemitraan usaha pertanian dengan industri, pertukaran data dan informasi, sinergi regulasi dan standar dalam pengembangan, serta pembangunan agribisnis dan agroindustri.

Di samping itu, dalam menjaga kesinambungan supply dan demand, pemerintah sedang menggodok kebijakan neraca komoditas, sebagaimana termaktub di dalam Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian, sebagai turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.