Empat BUMN Pelabuhan resmi melakukan merger dengan nama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Indonesia Port Corporation. Rencananya, berlaku efektif pada 1 Oktober 2021.

Jakarta, tambahasil.com – Sebenarnya, rencana penggabungan BUMN Pelabuhan telah berembus cukup lama, bahkan telah muncul pertama kali, pada 16 tahun lalu, sejak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinakhodai Sugiharto.

Ibarat pelampung, rencana merger itu timbul tenggalam dan baru terealisasi di era Menteri BUMN Erick Tohir. Sinyalemen itu terkonfirmasi dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Menurutnya, merger ini sebetulnya merupakan rencana lama dan terwujud di periode saat ini. Di mana penggabungan ini baru akan dilakukan pada 1 Oktober 2021.

BACA  Jokowi Minta jajarannya Proaktif Tingkatkan Produktivitas Petani dan Perkuat Sektor UMKM

“Kita berhasil menyatukan visi. Kita umumkan pada 1 Oktober 2021. Kita menunggu PP (Peraturan Pemerintah, red) dasar dari penggabungan ini,” kata dia dalam konferensi pers, Rabu (1/9/2021).

Apa yang menjadi agenda Kementerian BUMN berkaitan dengan merger pelabuhan itu? Seperti disampaikan Kartika, dia berharap dengan penggabungan sektor kepelabuhanan ini ada sejumlah harapan yang diusung pemerintah terhadap merger pelabuhan tersebut.

Pertama di sektor itu akan dilakukan menjadi roadmap secara terintegrasi.

Kedua, melalui merger tidak kalah penting adalah masalah operasional, pelayanan, dan kecepatan bisa lebih terjaga di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

Ketiga, penggabungan ini juga diharapkan agar alokasi investasi dari perusahaan ini bisa lebih optimal secara nasional. Serta diharapkan, banyak kontribusi kepada ekonomi nasional.

BACA  Presiden RI Joko Widodo Resmikan Bendungan Kuningan Jawa Barat

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.