Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan, program food estate berjalan dan telah berproduksi. Di Humbahas bisnis sudah berjalan. Kehadiran bendungan dan irigasi diperlukan di Sumba.

Jakarta, tambahasil.com – Program food estate terus berjalan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sempat dihadang masalah realokasi anggaran akibat  pandemi Covid-19 di 2020 dan 2021, pembangunan area pertanian terpadu itu kini telah membuahkan kawasan sawah dan kebun produktif seluas 30.000 ha  di Kalimantan Tengah, 5.000 ha di Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur (NTT), dan 215 ha lainnya di Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatra Utara.

Perkembangan food estate itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di depan forum rapat kerja di Komisi IV DPR-RI di Gedung Nusantara 3, Senayan, Senin (11/4/2022). Mentan memastikan, produksi bahan pangan sudah dapat dilakukan pada seluruh areal dan rekayasa teknik yang dilakukan telah mengerek tingkat kesesuaian tanaman pertanian dengan lingkungan alam setempat.

BACA  17 Bendungan Dibangun Untuk Ketahanan Pangan

Rekayasa dilakukan dengan menata bentang alam yang ada agar praktek budi daya pertanian bisa lebih optimal dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada, utamanya air. Di Kalteng, sumber air melimpah, maka yang dibangun adalah irigasi yang juga berfungsi untuk saluran drainase agar keasaman tanah berkurang. Jalan-jalan juga dibangun agar akses traktor dan mesin pertanian yang lain mudah.

Hasilnya, menurut Mentan Yasin Limpo, dari 30 ribu ha sawah yang praktek budi dayanya langsung diawasi Kementerian Pertanian, tingkat keberhasilannya hampir 100 persen. Produktivitas sawah di area food estate bisa mendekati potensi maksimumnya. Potensi lahan di tanah endapan (aluvial) dataran rendah Kalteng itu memang tak setinggi sawah di tanah mineral, seperti di Jawa.

‘’Kami tidak merasa gagal karena produktivitas yang biasanya dilaporkan 3,2 ton menjadi 4 ton per hektarenya. Sedangkan dari 30 ribu hektare yang gagal tak lebih dari 200 hektare, pun jika gagal 1.000 itu masih wajar,” ujar Mentan Syahrul Limpo, di depan anggota  Komisi IV DPR RI.

BACA  Ekspor Perdana Pet Food Ke Brunei Darussalam

Syahrul menjelaskan pula, food estate di dua kabupaten di Kalteng ini akan terus diperluas, dan diharapkan bisa mencapai 60 ribu ha pada 2024. Khusus 2022, ditargetkan ada tambahan 22 ribu hektare. Sebagian sawah di  food estate Kalteng ini bahkan mulai dibudidayakan sejak 2020.

Program food estate itu di Kabupaten Kapuas dan Pulau Pisang itu dibangun di atas lahan telantar milik negara dan lahan yang tersedia di atas 150 ribu hektare, namun sebagian berupa tanah gambut. Food estate yang ada saat ini dikembangkan di atas aluvial hasil erosi selama ribuan tahun dari hulu-hulu sungai.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.