Bank Indonesia (BI) mengalkulasi potensi belanja domestik selama PON Papua berlangsung. Nilainya sekitar Rp7,03 miliar per 10 ribu penonton. Sementara itu, potensi belanja penonton asal luar Papua mencapai Rp32,58 miliar per 10 ribu penonton.

Pandangan mata masyarakat Indonesia dan dunia kini tertuju ke Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua 20201. Ajang tersebut, selain diyakini mampu mempercepat pembangunan di Papua, juga menjadi momentum untuk memberdayakan ekonomi rakyat Papua. Pembangunan venue, infrastruktur pendukung, dan ribuan atlet menjadi roda penggerak perekonomian di tanah Papua.

Tanda-tanda geliat ekonomi akibat ajang PON sudah terlihat. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan produksi domestik regional bruto (PDRB) Papua meningkat hingga 1,10 persen sebagai dampak dari perhelatan PON Papua. Pertumbuhan tersebut ditunjang oleh gencarnya sektor konstruksi serta permintaan akomodasi dan makanan-minuman.

BACA  Kekayaan Alam Merauke Musamus dan Kanguru Mini Diperkenalkan Dalam PON

Sebanyak 21.687 orang yang terdiri atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan PON Papua yang tersebar di empat klaster yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura menjadi pendorong geliat ekonomi Papua. Jumlah tersebut belum termasuk pada penopang perhelatan PON XX Papua seperti aparat TNI/Polri, pekerja konstruksi, media, dan relawan.

Dengan begitu, ajang PON Papua kali ini menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi yang berdampak positif bagi rakyat Papua. Asisten Direktur Perwakilan BI Papua Dwi Putra Indrawan mencontohkan, pembangunan arena pertandingan maupun infrastruktur PON Papua sejak 2016–2021 telah menumbuhkan sektor konstruksi. Pembangunan berbagai venue PON XX tersebut berkontribusi terhadap PDRB Papua 0–2 persen dari PDRB Papua dengan posisi tertingginya pada 2019, senilai 1,5 persen.

“Kegiatan PON Papua pada 2021 meski hanya berlangsung dua minggu diperkirakan membawa peningkatan total PDRB senilai Rp1.222,84 miliar atau 0,7–1,10 persen pertumbuhan tahun ke tahun (yoy),” kata Dwi di Media Center Kominfo Klaster Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada Selasa (28/9/2021).

BACA  Jabar Meninggalkan Jatim, DKI Jakarta, dan Papua

Pertumbuhan tersebut, antara lain, menurut Dwi, berasal dari sektor konstruksi sebesar Rp851,88 miliar atau meningkat 4,2-5,0 persen (yoy). Sedangkan, sektor transportasi mengalami peningkatan Rp93,31 miliar atau 1,5–2,3 persen (yoy). Peningkatan yang cukup pesat dari penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman sebanyak Rp83,18 miliar atau 8,5–9,3 persen (yoy).

“Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua,” jelas Dwi.

BI juga telah mengkalkulasi potensi belanja domestik selama PON Papua berlangsung. Nilainya sekitar Rp7,03 miliar per 10 ribu penonton.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.