Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia menyediakan 120 kuota kuliah gratis untuk tiga program studi, yaitu Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektro Mekanika. Ketiga program studi tersebut memiliki spesifikasi keahlian yang berbeda-beda.

Jakarta, tambahasil.com – Politeknik (Poltek) Nuklir milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur reguler tahun ajaran 2022/2023. Poltek yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta ini membuka PMB pada 4 Februari 2022 hingga 31 Maret 2022 mendatang.

Ini menjadi peluang bagi talenta muda di seluruh Indonesia untuk dapat bergabung sebagai mahasiswa Politeknik Nuklir. Informasi ini sekaligus menjadi literasi bagi masyarakat dalam memahami hal-hal yang dapat dipelajari di Poltek Nuklir BRIN, serta memberi gambaran prospek lulusannya di masa depan.

BACA  Gagasan Berkaitan Dengan Tuntutan Dunia Untuk Ekonomi Hijau

“Poltek Nuklir BRIN ini memiliki keunikan, spesifik, dan satu-satunya politeknik yang memiliki teknologi nuklir di Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagus bagi talenta muda Indonesia yang berminat mendalami bidang ketenaganukliran,” jelas Direktur Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, Zainal Arief saat membuka BRIN Insight Every Friday (BRIEF), Jumat (18/2/2022) seperti dikutip dari siaran pers BRIN.

Dosen Program Diploma Elektronika Instrumentasi Poltek Nuklir Muhtadan menambahkan, jumlah pemanfaatan nuklir nonenergi di tanah air semakin meningkat. “Terdapat lebih dari 15 ribu izin pemanfaatan nuklir di bidang industri dan kesehatan di Indonesia dan memberi peluang diperlukannya sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan nuklir,” jelasnya.

Menurut Muhtadan, kehadiran Poltek Nuklir semakin diuntungkan dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai revitalisasi poltek pada 2017. Lewat kebijakan tersebut telah menjadikan poltek sebagai lembaga pendidikan vokasional dalam penyediaan SDM unggul dari perguruan tinggi dengan kompetensi yang diperlukan oleh dunia kerja.

BACA  8 Juta UMKM Yang Sudah 'Go Online'

Meskipun demikian, guna menyiapkan SDM unggul di bidang ketenaganukliran, Poltek Nuklir BRIN tidak dapat berdiri sendiri. “Kami tetap memerlukan adanya ekosistem industri nuklir di Indonesia yang didukung oleh lembaga riset, pemerintah, industri, dan ekosistem penting lainnya,” terang doktor lulusan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada tersebut.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.