Jakarta, tambahasil.com – Pohon kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman ini dapat dikenali dari bentuk daunnya yang berukuran kecil. Pohon kelor juga mudah tumbuh dan bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur. Tanaman ini mempunyai ketinggian hingga 7-11 meter.

Moringa Oleifera (Latin) merupakan sejenis tanaman diduga berasal dari Agra dan Oudh, di Himalaya (India). Istilah ‘Shigon’ untuk menyebut kelor telah tertulis sejak awal masehi di dalam kitab ‘Shushruta Sanhita’. Ada bukti bahwa daun kelor sejak ribuan tahun yang lalu telah dibudidayakan di India. Masyarakat kuno India sudah tahu bahwa biji kelor mengandung minyak nabati dan digunakan untuk pengobatan.

Pohon Kelor dikenal di 86 negara dengan 210 nama berbeda, di antaranya: horse radish tree, drumstick tree, benzolive tree, marango, mlonge, moonga, mulangay, nebeday, saijhan, serta sajna atau ben oil tree. Sebutan Daun Kelor sesuai khasiat yang luar biasa, seperti mother’s best friend, miracle vegetable, dan miracle tree. Umumnya orang suka menggunakan nama miracle tree alias pohon ajaib. Sebab Daun kelor (Moringa Oleifera) mengandung lebih dari 92 nutrisi dan 46 jenis antioksidan. Kelor berkhasiat untuk mengatasi sekitar tiga ratus penyakit dan hampir memiliki semua vitamin yang terkandung di dalam sayur dan buah-buahan.

BACA  Bangkai Babi Hutan Terjangkit Virus African Swine Fever di TWA Seblat  

Daun Kelor kerap digunakan sebagai bagian dari kandungan dalam obat-obatan tradisional seperti jamu, teh herbal, hingga suplemen. Termasuk menggunakan daun kelor sebagai bahan masakan, ditumis maupun di rebus sebagai sayur bening saja atau diramu bersama dadar telur.

Kandungan asam amino dan antioksidan di dalam daun kelor dipercaya mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh melawan Covid-19. Bukan hanya itu saja, antioksidan dan kalori yang rendah pada daun kelor dipercaya mampu menghambat perkembangan mikroorganisme atau patogen penyebab penyakit dalam tubuh.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si., menjelaskan mengenai imunomodulator. “Imunomodulator adalah zat yang berfungsi untuk memodifikasi respons imun terhadap antigen dari dalam maupun luar tubuh, atau benda asing yang mengancam kesehatan,” saat Press Launch Imugard, yang digelar virtual, Selasa 27 Oktober 2020. sebagaimana dikutip dari Viva.co.id.

BACA  Petani Milenial Cerita ke Presiden Soal Bertani Yang Menggiurkan

dokter Inggrid menjelaskan imunomodulator bekerja dengan menstimulasi mekanisme pertahanan spesifik (satu jenis antigen) dan non-spesifik (berbagai macam antigen). Selain itu, imunomodulator juga berperan sebagai imunostimulan, yaitu senyawa yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh.

“Konsumsi imunomodulator untuk tingkatkan daya tahan tubuh sangat penting. Terlebih saat ini masyarakat sedang menghadapi ancaman virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19,” tutur dia.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.