Plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinaikkan sebesar Rp373,17 triliun dengan subsidi bunga 3% hingga Juni 2022. Kebijakan ini untuk memotivasi UMKM yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19.

Jakarta, tambahasil.com – Pada awal 2022, pemerintah mendukung pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kenaikan plafon kredit usaha rakyat (KUR) nasional sebesar Rp373,17 triliun dengan subsidi bunga 3% hingga Juni mendatang. Nilai kredit tersebut, naik 30,9% dari plafon 2021, sebesar Rp285 triliun.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan bunga KUR yang hanya 6% dan setengahnya disubsidi oleh pemerintah. Terutama UMKM yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Pemerintah juga terus melengkapi data UMKM dalam sistem informasi kredit program (SIKP) KUR.

Airlangga mengatakan, pemerintah juga akan mendorong penyaluran KUR di sektor perkebunan agar dapat digunakan untuk menanam dan meremajakan tanaman kelapa sawit dengan lebih baik lagi.

Oleh sebab itu, untuk merangsang peran serta pemerintah daerah dalam penyaluran KUR 2021, pemerintah memberikan penghargaan kepada Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat. Pemerintah memberi pula penghargaan kepada Kabupaten Purworejo, Klaten, dan Pacitan di Pulau Jawa serta Kabupaten Bintang, Maluku, dan Mesuji di luar Pulau Jawa yang masuk dalam pemerintahan terbaik tingkat kabupaten dalam mendukung program KUR.

BACA  Peluang Pasar Produk Komponen Sepeda Terbuka

Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, Asuransi Kredit Indonesia, dan Jaminan Kredit Indonesia sebagai penjamin KUR terbaik di 2021. Penghargaan pun diberikan kepada penyalur KUR lembaga keuangan, bukan bank, yang terbaik, yakni Koperasi Guna Prima Dana. Sedangkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri Tbk menjadi bank penyalur KUR terbaik 2021. Selain itu ada Bank BPD Bali, Bank Jateng, dan Bank BJB yang menjadi bank daerah penyalur KUR terbaik 2021.

Saat menyampaikan opening speech secara virtual, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peran UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi selama pandemi Covid-19. “Tingkat resiliensi yang tinggi dari UMKM membuatnya menjadi buffer pada berbagai krisis ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia,” ungkap Menko Airlangga, ketika membuka kegiatan Kajian Buku Pembiayaan UMKM pada 2021 yang dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Januari 2021.

BACA  Dana Abadi Pemajuan Kebudayaan Nasional

Menko Airlangga menyebutkan bahwa UMKM berperan sebagai motor penggerak bagi perekonomian nasional mengingat kontribusinya terhadap PDB yang mencapai 61% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja sebanyak 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Selain itu, UMKM juga berperan penting dalam mendorong peningkatan investasi dan ekspor Indonesia. Total investasi di sektor UMKM tercatat sebesar 60% dari total investasi nasional dan kontribusinya terhadap ekspor nonmigas nasional sebanyak 16%.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.