Bila pink moon berstatus sebagai bulan super (supermoon), maka akan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari purnama pada umumnya.

Jakarta, tambahasil.com – Bulan adalah objek paling terang di langit malam meski tidak punya sumber cahayanya sendiri dan mengorbit ke bumi dalam bentuk elips. Sehingga, jaraknya setiap saat tidak selalu sama dengan bumi. Selama setiap orbit 27 hari, bulan mencapai apogee atau orbit terjauh dari bumi dan perigee atau bagian orbit paling dekat dengan bumi.

Saat perigee dikenal juga sebagai bulan purnama dan dalam kurun waktu tertentu ukurannya bisa lebih besar, sekitar 14 persen dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama umumnya. Fenomena alam ini disebut juga dengan bulan super atau supermoon dan pada saat itu bulan berada 90 persen dari titik terdekatnya dengan bumi.

Sayangnya, supermoon tidak muncul setiap saat karena dalam satu tahun hanya ada 2–3 kali terjadi. Salah satu waktu kemunculan supermoon itu terjadi pada April. Namun berbeda dengan dua tahun sebelumnya, purnama April tahun ini tidak mendapatkan supermoon meski namanya adalah pink moon atau bulan merah jambu.

BACA  Gagasan Berkaitan Dengan Tuntutan Dunia Untuk Ekonomi Hijau

Menurut peneliti dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang, peristiwa bulan merah jambu ini dikaitkan dengan Almanak Petani Tua (The Old Farmer’s Almanac) di Amerika Serikat. Dalam The Old Farmer’s Alamanac, terdapat jadwal purnama dengan penamaan uniknya.

Misalnya pada 16 Mei mendatang dinamai sebagai bulan bunga dan 14 Juni disebut bulan stroberi. Pada 13 Juli dikatakan sebagai bulan buck, 11 Agustus bulan sturgeon, 11 September harvest moon, 9 Oktober bulan pemburu, 8 November bulan berang-berang, dan 7 Desember sebagai bulan yang dingin.

Dalam almanak tersebut dijelaskan bahwa purnama yang muncul tiap April bertepatan dengan bermekarannya tumbuhan bunga phlox dari keluarga Geranium yang berwarna merah jambu. Phlox adalah tumbuhan bunga liar asli Amerika Utara, dikenal juga sebagai phlox merayap, phlox gunung, atau phlox lumut dan kerap dijadikan penanda dimulainya musim semi.

BACA  Kekayaan Pertanian Indonesia: Sudahkah Kita Memanfaatkan Matahari Yang Terbit Sepanjang Tahun

“Sehingga warna merah jambu atau pink bukan merujuk dari warna purnama melainkan fenomena musim yang mencirikan purnama tersebut. Setiap purnama memiliki namanya masing-masing disesuaikan dengan musim yang terjadi saat itu,” ujar Andi seperti dikutip dari siaran pers BRIN.

Puncak pink moon terjadi pada Minggu (17/4/2022) pukul 01.54 WIB dan dalam catatan BRIN sudah disaksikan oleh masyarakat umum sejak Sabtu (16/4/2022) malam, sekitar 16–18 menit sebelum matahari terbenam. Fenomena alam ini terlihat di hampir seluruh wilayah Indonesia yang kondisi langitnya cerah dan tidak tertutup awan. BRIN pun ikut memantau pergerakan bulan merah jambu ini dari Sabang di ujung barat dan Merauke di ujung timur Indonesia.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.