Pengembangan industri 4.0 erat kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola standar. Untuk itu diperlukan akselerasi penerapan industri 4.0.

Jakarta, tambahasil.com – Pada Selasa, 31 Mei 2022, diselenggarakan Konferensi Internasional Eco Industrial Parks dengan tema “Accelerating Eco-Industrial Parks for Inclusive and Sustainable Industrialization” dalam rangka Road to G20 Event Indonesia 2022. Acara ini diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) serta disponsori oleh Switzerland Economic Cooperation (SECO) yang dilakukan secara hibrida di Hannover dan Jakarta.

Konferensi Internasional IEP dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Managing Director of the Environment and Energy Directorate UNIDO Stephan Sicars, serta Head Swiss Secretariat for Economic Affairs Indonesia Philipp Orga.

Narasumber yang hadir merupakan pakar, profesional, dan pemangku kebijakan di bidang industri dan lingkungan dari berbagai negara. Konferensi dibagi dalam dua sesi yang membahas tren global dalam pengembangan EIP, kerja sama internasional, serta instrumen kebijakan dalam penerapan EIP, serta strategi dan pengalaman negara di dunia dalam transformasi pengembangan kawasan industri dalam upaya peningkatan aspek ekonomi lingkungan dan sosial untuk mencapai tujuan SDG’s.

BACA  Indonesia Pengumpul Medali Terbanyak Ketiga

Eco-Industrial Parks (EIP) merupakan komunitas industri yang berlokasi di sebuah kawasan dan semuanya berkomitmen mencapai peningkatan kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosial melalui kolaborasi dalam mengelola isu-isu lingkungan dan sumber daya alam. Konferensi Internasional EIP bertujuan mempercepat pengembangan EIP melalui transformasi kawasan industri eksisting di Indonesia. Diharapkan, kawasan-kawasan industri tersebut menjadi EIP yang berdaya saing dan berkontribusi dalam global value chain.

Dalam rilisnya, Kementerian Perindustrian menyebutkan, industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan salah satu isu utama yang dibahas dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) Presidensi G20 di tahun 2022. Pengembangan industri 4.0 erat kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola standar. Untuk itu, akselerasi penerapan industri 4.0 mutlak diperlukan, termasuk di kawasan industri dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing, efisiensi energi, dan sumber daya, serta perlindungan lingkungan.

BACA  Hari Toleransi Internasional Kesepakatan Dari Sidang Umum PBB

Oleh karenanya, kawasan industri dapat dikatakan mulai menerapkan EIP bila telah meningkatkan performansi dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial, efisiensi sumber daya, serta kemudahan konektivitas dan komunikasi. Hal tersebut dapat dicapai melalui minimalisasi dampak lingkungan dan transformasi digital dengan terciptanya desain hijau (green design) dari infrakstruktur, perencanaan dan penerapan konsep produksi bersih, pencegahan polusi, pengelolaan limbah, pengendalian emisi, dan efisiensi energi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kebijakan pengembangan kawasan industri di Indonesia telah memasuki generasi keempat dengan membawa aspek-aspek smart industry yang berkelanjutan.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.