Lahan perhutanan sosial berperan penting dalam membuka usaha bagi para petani dan rakyat. Realisasi perhutanan sosial sudah mencapai lebih dari 5 juta ha.

Jakarta, tambahasil.com – Lapangan Omah Tani di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (6/6/2022) siang, dipadati ribuan petani. Ketua Gema Perhutanan Sosial Indonesia Siti Fikriyah menyebut, sedikitnya ada 10.000 petani yang hadir di acara syukuran hasil bumi Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial itu. Para petani datang dari seluruh pelosok Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur.

“Kami sudah membatasi, tapi animo para petani penerima sertifikat perhutanan sosial sangat luar biasa. Mereka ingin ketemu Presiden,” kata Siti Fikriyah, dalam sambutannya di depan Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara syukuran hasil bumi Gema Perhutanan Sosial di Lapangan Omah Tani. Sebelumnya menggelar peletakan batu pertama pembangunan pabrik batu baterai di Kawasan Industri Batang yang tak jauh dari Lapangan Omah Tani.

BACA  Bendungan Karalloe Mengerek Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Siti Fikriyah menjelaskan, acara itu digelar untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan serta berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas beberapa kebijakan yang benar-benar menyentuh para petani dan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Kebijakan tersebut yaitu kebijakan perhutanan sosial, kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK), serta kebijakan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan, utamanya permukiman di dalam kawasan hutan.

“Perhutanan sosial ini memberi berkah, membuat para petani dapat merasa ayem bisa menggarap hutan, bisa panen. Banyak juga petani dari desa-desa yang dengan lahan pertanian terbatas, dan satu-satunya lahan yang bisa dimanfaatkan adalah hutan di sekitar mereka. Sekarang dengan perhutanan sosial mereka menggarap lahan, menanam, dan sudah menghasilkan. Ini berkah yang baik dan harus disyukuri,” ujar Siti Fikriyah.

BACA  Lumbung Pangan Menciptakan Kerja Sama Antara Petani dan Penyalur

Dalam acara itu disuguhkan berbagai hasil bumi yang dibawa petani dari berbagai daerah. Mulai dari pisang, jagung, hingga buah-buahan lainnya. Hasil bumi tersebut merupakan hasil dari olah lahan pertanian program perhutanan sosial yang dicetuskan oleh Jokowi beberapa tahun silam.

Program Perhutanan Sosial sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pola pemberdayaan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. Program Perhutanan Sosial akan membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Masyarakat diberi kesempatan mengajukan pengelolaan hutan selama 35 tahun untuk tanah-tanah negara yang ditelantarkan.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.