Peparnas Papua menyampaikan pesan kesetaraan dan pesan kemanusiaan bahwa atlet penyandang disabilitas berhak berprestasi.

Jakarta, tambahasil.com – Momentum Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 kali ini merupakan panggung kesetaraan bagi atlet penyandang disabilitas seluruh tanah air.

Peparnas ini juga menjadi ajang atlet penyandang disabilitas nasional untuk terus berprestasi. Apalagi, sebagian dari mereka juga putra-putra terbaik yang membela Merah Putih di ajang multicabang paralimpik di Paralympic, Asian Para Games maupun ASEAN Para Games.

Peparnas XVI Papua 2021 digelar mulai 2–15 November 2021. Sebanyak 1.985 atlet paralimpik bakal bertanding pada 12 cabang olahraga (cabor) di 12 venue yang terdapat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Dijadwalkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin akan membuka Peparnas Papua yang dihelat di Stadion Mandala, Kota Jayapura, 5 November 2021. Sedangkan, upacara penutupan dilakukan pada 13 November 2021 di tempat yang sama dengan acara pembukaan.

Oleh karena itu, dari Bumi Cendrawasih Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkomitmen menyebarkan pesan kesetaraan dan kemanusiaan pada seluruh masyarakat, bahwa penyandang disablitas mempunyai hak berprestasi dalam berbagai aspek di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan melalui setiap informasi yang disebarkan oleh Media Center Kominfo Peparnas Papua yang resmi beroperasi pada Selasa (2/11/2021).

BACA  Torang Bisa! Dari Papua Untuk Indonesia

“Menyampaikan pesan kesetaraan dan pesan kemanusiaan bahwa atlet penyandang disabilitas berhak berprestasi,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, di Media Center Kominfo Peparnas Papua, Jayapura, pada Selasa (2/11/2021).

Menurut dia, pesan ini harus disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena para penyandang disabilitas mempunyai hak yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dengan begitu, mereka dapat kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri sama dengan masyarakat nondisabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Tidak membeda-bedakan, tetapi kita justru menyetarakan semua warga negara dan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Betapa pentingnya membagikan pesan ini, lanjut Usman, menjadi alasan pihaknya membangun media center yang skalanya sama dengan penyelenggaraan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Oktober lalu. Harapannya, jangkauan pesan informasi yang disebarkan dapat optimal mencapai berbagai pelosok tanah air.

“Media center yang dibangun sama dengan yang Kominfo bangun untuk penyelenggaraan PON,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pertahanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, mengatakan upaya yang dilakukan oleh Kemenkominfo sudah tepat yakni membangun media center pada ajang olahraga Peparnas yang sama dengan PON. Indikasi ini, membuktikan bahwa keseriusan pemerintah dalam menyebarkan pesan kesetaraan.

BACA  Pembukaan Peparnas ke-16 Diisi Penampilan Penyanyi Kelas Dunia

“Penyelenggaraan PON maupun Perparnas harus diselenggarakan sama baiknya, setara dan sama meriahnya,” katanya.

Dalam mengoptimalkan penggunaan media center ini, Jaleswari menyarankan konten yang disebarkan lebih kepada profil penyandang disabilitas yang berjuang menjadi atlet. Dengan informasi yang cenderung humanis ini, tentunya akan membuat pesan kesetaraan ini akan menarik banyak perhatian dari setiap individu masyarakat di pelosok tanah air.

“Pesan kesetaraan dapat tersosialisasikan secara intens melalui kegiatan Peparnas ini,” tuturnya.

Sebagai upaya menyiarkan agenda ini lebih luas lagi ke khalayak, Dirjen IKP Usman Kansong menyatakan pihaknya akan mengirim surat ke seluruh stasiun televisi nasional agar turut menayangkan Peparnas Papua, khususnya acara pembukaan dan penutupan.

Menurutnya, ditayangkannya sesi pembukaan dan penutupan akan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ada ajang gelaran olahraga atlet disabilitas sama menariknya dengan olahraga konvensional. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui keberagaman cabor yang dimiliki oleh atlet penyandang disabilitas.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.