Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020, Jumat (4/12/2020) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: Biro Pers Setpres/Rusman)

Jakarta, tambahasil.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, terkendalinya pandemi COVID-19 di Indonesia berhasil mendorong peningkatan kinerja industri manufaktur. Kinerja tersebut ditandai dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada pada zona ekspansif.

“PMI Manufaktur Indonesia kembali mengalami ekspansi lebih cepat dari masa PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar],” ujar Luhut dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (04/10/2021), secara virtual.

BACA  Pengasapan Untuk Cegah Atlet PON Papua Tertular Malaria

PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 sebesar 52,2 atau meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di level 43,7. Kinerja tersebut menjadi salah satu yang terbaik di ASEAN.

“Saya ulangi, kinerja PMI Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di ASEAN,” ujar Menko Marves.

Lebih lanjut Luhut menyampaikan, terkendalinya pandemi juga mendorong pemulihan ekonomi konsumsi dengan cepat. Bahkan indeks nilai belanja di sejumlah daerah telah mendekati kondisi normal.

“Indeks nilai belanja Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta juga sudah mendekati kondisi prapandemi,” tandasnya.

Sebagai informasi, PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 melampaui capaian sejumlah negara Asia, seperti Cina (50) dan Jepang (51,5). Capaian tersebut juga menjadi yang tertinggi di antara negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (52,1), Malaysia (48,1), Thailand (48,9), Filipina (50,9), maupun Vietnam (40,2).

BACA  Indonesia Bertransformasi Menjadi Negara Penghasil Industri Berteknologi Tinggi

(DND/UN-Setkab)

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.