Pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 akan diisi oleh pertunjukan 500 pesawat nirawak yang dikendalikan secara otomatis melalui komputer.

Jayapura, tambahasil.com – Langit di atas kawasan Jalan Sulawesi, Kampung Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis (3/11/2021) sekitar pukul 20.25 WIT terlihat cerah usai hujan mengguyur sebagian kota. Tiba-tiba saja suara berdengung mirip kepak sayap ribuan lebah terdengar. Seiring suara dengungan, kejutan kembali muncul. Kali ini mendadak langit di atas Jalan Sulawesi yang bersisian dengan Stadion Mandala diwarnai kelap kelip lampu warna merah dan putih.

Belum sirna keterkejutan ini, warna merah dan putih itu rupanya dalam beberapa detik saja telah membentuk gugus Kepulauan Nusantara. Jerit histeris dan tepuk tangan membahana dari belasan pengendara yang sengaja berhenti untuk melihat fenomena langka ini. Dalam hitungan sekian detik saja, ribuan cahaya berbentuk Kepulauan Indonesia itu kembali berganti warna. Bukan saja didominasi merah-putih, kali ini muncul pula warna biru, hijau, dan oranye.

BACA  Kontingen Papua Berhasil Menyapu 23 Emas Memasuki Hari Kelima

Lagi-lagi dalam sekejap mata, formasi kelap kelip lampu bersusun menjadi Kepulauan Nusantara tadi telah bersalin rupa. Warna-warna seperti merah, putih, biru, hijau, dan oranye tadi tampak berputar-putar. Cahaya itu mendadak menghilang dan langit kembali terlihat gelap.

Rupanya itu hanya berjalan nyaris tak lebih dari satu detik karena pada detik berikutnya, warna-warna yang tadi sempat hilang, kemudian muncul lagi. Putaran cahayanya mulai sedikit cepat mirip seperti bola dunia. Perlahan mulai muncul semburat warna baru, yakni biru muda dan tua. Atraksi ini di sisi lain ditingkahi aneka bunyi-bunyian dari pelantang suara dari dalam stadion berusia 61 tahun tersebut.

Sudah semakin banyak pengendara dan orang yang berlalu lalang memilih berhenti dan berusaha mencari titik terbaik untuk menikmati pemandangan langka tadi, yaitu aneka warna berkelap-kelip mirip bintang di ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan tanah.

BACA  Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Mandala

Jika tadi kelip cahaya di langit itu membentuk semacam bola dunia, kini formasinya telah berubah lagi. Tiba-tiba saja siluet maskot Pekan Paralimpik Nasional 2021 yakni Hara, kasuari jantan, muncul dengan gaya tangan kanan bertolak pinggang. Hara mulai berputar tak sampai 360 derajat. Tangan kirinya terangkat tinggi dengan telapak tangan seperti bergerak-gerak seolah memberi salam. Bagian matanya tampak berkedip-kedip.

Tiba-tiba wajah Hara menghilang, berganti rupa menjadi Wara, maskot kasuari betina dengan tangan kanan terangkat ke atas. Telapaknya seperti melambai memberi salam. Seiring munculnya Hara, sejumlah warga bertepuk tangan. Kemudian hanya dalam 30 detik, formasi Wara lagi-lagi berubah wujud menjadi tulisan berhuruf kapital “Selamat Datang”. Dalam rentang tiap dua detik, rentetan warna biru, merah, dan hijau silih berganti melatari tulisan tadi.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.