Jayapura, tambahasil.com – Atraksi dan semangat dari Opening Ceremony Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Mandala, Jayapura tidak kalah gemerlapnya dengan Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dan Asian Games 2018.

Mengusung tema “Cahaya Kemenangan dari Timur Papua”, acara pembukaan Peparnas menampilkan sejumlah artis papan atas, seniman Papua serta atraksi kecanggihan drone light show yang menerangi langit Jayapura serta parade para atlet penyandang disabilitas berprestasi dari 33 provinsi.

Presiden Joko Widodo dalam sambutan melalui video conference menyampaikan tidak bisa hadir karena baru saja tiba pada Jumat (5/11/2021) pagi dari kunjungan kenegaraan di tiga negara dan harus melakukan karantina mandiri sesuai aturan. “Saya akan hadir dalam penutupan di Jayapura karena Papua selalu di hati saya,” seraya disambut gemuruh hadirin di Stadion Mandala.

BACA  Pelabuhan Depapre Gerbang Perdagangan Wilayah Asia Pasifik

Beberapa menit setelah Wakil Presiden Ma’ruf Amin memasuki arena Stadion Mandala Jumat (5/11/2021) pukul 19.00 WIT, penyanyi internasional Anggun Cipta Sasmi yang didampingi 150 anak-anak Papua menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dilanjutkan oleh kolaborasi penyanyi kelahiran Sorong, Edo Kondologit dan Putri diiringi oleh 5 penyanyi penyandang disabilitas menyanyikan Theme Song Peparnas XVI Papua.

Disusul pemutaran video yang melambangkan eksotisme dan keberagaman budaya di Bumi Cendrawasih sekaligus sambutan dari Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kemudian sebanyak 950 penari dari sanggar tari dan sekolah di Papua mempersembahkan tarian kolosal “Aku Cinta Papua” yang kental menggambarkan kekhasan lima wilayah adat di Tanah Papua. Menampilkan tarian rumah adat Papua, tarian sampan tradisional, dan tarian prajurit, burung Cendrawasih. Sajian ini ditutup tarian Papua Bisa yang melambangkan kemajuan dan kerukunan masyarakat Papua saat kini.

BACA  Transformasi Digital Nasional Fokus 10 Sektor Prioritas

Suasana makin meriah dengan parade marching band Kodam XVII Cenderawasih dan suling tambur dari Kampung Yoboi, Sentani.

Berikutnya setelah maskot Hawa dan Wara muncul di lapangan disusul defile ratusan atlet dari 33 provinsi dengan ciri khas daerah masing-masing dan pengibaran bendera Peparnas XVI Papua yang dibawakan oleh enam atlet paralimpik berprestasi Papua.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.