Jakarta, tambahasil.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono berkomitmen untuk mengakselerasi pembangunan perikanan budidaya, khususnya pada kampung perikanan melalui program prioritas yang digaungkan. Pasalnya, selain untuk memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kampung perikanan dinilai mampu membangkitkan ekonomi desa pasca pandemi Covid-19, bahkan berkontribusi terhadap ekonomi nasional.

Dalam mengembangkan kampung perikanan di berbagai wilayah di Indonesia, dibutuhkan SDM unggul untuk merealisasikannya. Untuk itu, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, terus berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat, salah satunya melalui Pelatihan Budidaya Ikan di Kabupaten Banyumas, pada 24-25 Februari 2022.

Pelatihan ini diikuti 100 orang pembudidaya Banyumas dan dipandu instruktur BPPP Tegal di Balai Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

BACA  KKP Bersinergi Dengan Kementerian Investasi Kembangkan Investasi Berkelanjutan

Hadir mewakili Plt. Kepala BRSDM, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menuturkan bahwa KKP hadir melatih pelaku utama Banyumas untuk meningkatkan produksi budidaya ikan nila dan 10 komoditas ikan hias meliputi ikan koi, lou han, cupang, cana, guppy, komet, mas koki, manfish, platy, dan blue electric.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi Mina Padi Panembangan yang saat ini sebetulnya sudah tergarap 25 hektare dari total potensi 132 hektare. Kami juga mendorong adanya penambahan komoditas perikanan lainnya agar lebih variatif dan tidak terjadi penumpukan pada satu komoditas,” ucap Lilly.

Lebih lanjut dikatakan Lilly, bahwa KKP juga telah menargetkan produksi budidaya pada tahun 2022 mencapai 18,77 juta ton di antaranya ikan 8,69 juta ton dan rumput laut 10,08 juta ton, serta ikan hias sebanyak 1,56 miliar ekor.

BACA  Pengembangan Pengembangan Budidaya Tambak Udang Vaname Berkelanjutan

“Untuk itu para peserta dibekali materi manajemen pembenihan ikan hias mulai dari persiapan, seleksi induk, hingga teknik pemijahan perawatan larva. Selain itu, terdapat materi manajemen kualitas air, manajemen pakan, kultur pakan Aalami, serta monitoring pertumbuhan dan kesehatan ikan,” terangnya.

Keberhasilan Mina Padi Panembangan juga tak lepas dari peran Khotoh, Penyuluh Perikanan Banyumas. Sejak 2019, ia telah berusaha meyakinkan 106 orang petani setempat untuk beralih ke Mina Padi dan memotori program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.