Selayar, tambahasil.com – Tambak milenial adalah salah satu program/kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mengajak generasi muda untuk menjadi pembudidaya udang. Model tambak ini diyakini cocok untuk generasi milenial dalam hal kepraktisannya untuk melakukan usaha budidaya. Untuk itu KKP terus mengembangkan tambak milenial di berbagai daerah.

Terbaru, KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar kegiatan Temu Lapang “Budidaya Udang Vaname Tambak Milenial Menggunakan Probiotik Rica”, Rabu (8/12/2021), di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi perikanan yang tepat guna dan berhasil guna, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di tengah masa pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi dalam pengaplikasian tambak milenial tersebut dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk dapat ikut serta dalam pembangunan industri udang nasional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pembudidaya milenial untuk senantiasa berpikir kreatif dan berinovasi. Ia berpesan agar generasi milenial terus belajar dengan serius dan memikirkan bagaimana tambak milenial dapat meningkat secara ekonomi.

BACA  Pelatihan Pengembangan Usaha Olahan Ikan di NTT

Plt. Kepala BRSDM Kusdiantoro mengatakan, KKP berkomitmen untuk menggenjot produktivitas dan kontinuitas budidaya udang di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan program prioritas yang menjadi terobosan KKP, khususnya pengembangan perikanan budidaya berbasis pada ekspor, dengan komoditas unggulan di pasar global, yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut serta pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

“KKP meningkatkan produksi udang nasional, sehingga harapannya Indonesia bisa menguasai pasar udang dunia. Kami juga menggunakan pertimbangan ekologi dan ekonomi sehingga sasarannya tidak hanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah, tapi juga kelestarian ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, kegiatan percontohan merupakan salah satu metode penyuluhan untuk melakukan demonstrasi cara atau hasil teknologi kelautan dan perikanan yang inovatif untuk memperlihatkan secara nyata tentang pembinaan dan pendampingan di lapangan sehingga dapat diterima oleh pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan secara masif.

BACA  Mengajak Generasi Muda Menangkap Peluang Bisnis di Sektor Pertanian

Kegiatan percontohan ini dilakukan melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPP) Maros yang diaplikasikan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Laut Selatan, Desa Maharayya, Kecamatan Bontomatene, pada bulan September hingga Desember 2021. Pada kegiatan percontohan Budidaya Udang Vaname Tambak Milenial Menggunakan Probiotik Rica, penebaran 20.000 ekor dan telah menghasilkan panen udang vanamme dengan total biomassa sebanyak 102 kg dengan dengan luasan kolam/bak 176 m3. Umur panen mencapai 60 hari dengan ukuran berat rata-rata 6,8 gr per ekor sampai 145 ekor/kg dengan total populasi 14.790 ekor. Input pakan sebanyak 112 kg dengan nilai FCR 1,1. Dalam kesempatan tersebut, para pembudidaya menghasilkan panen sebanyak 102 kg udang vaname senilai Rp. 7.140.000 atau Rp. 70.000 per kg udang vaname.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.