Jakarta, tambahasil.com – Daun kelor dengan nama latin Moringa Oleifera saat ini banyak diburu masyarakat Indonesia. Daun Kelor sangat manfaat meningkatkan imunitas tubuh, tanaman yang hidup di iklim tropis dan subtropis ini mudah dibudidayakan di mana saja di lingkungan tempat tinggal.
Daun Kelor diburu oleh masyarakat yang percaya bahwa mengomsumsi rebusan herbal daun kelor atau tumbuhan yang dikenal dengan drumstick tree ini bisa membantu proses kesembuhan COVID-19.

Salah satu khasiat Daun Kelor adalah memperkuat daya tahan tubuh. Sejak tahun lalu awal pandemi, orang mulai menyadari dan mulai mencari bibit sebagai obat alternatif dan melakukan dibudidayakan dihalaman rumah.

Selain sebagai herbal, mengolah daun kelor tidak sekedar dengan cara merebus untuk diminum airnya. Tapi daun kelor juga bisa diolah sebagai menu makanan lain seperti tumis daun kelor maupun sayur bening, ditambahkan jagung muda dan kunci. Suguhan yang nikmat tentunya.

BACA  Lido World Garden Direncanakan Menjadi Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Pohon Kelor merupakan tanaman yang mudah ditanam di mana-mana, berumur panjang (perenial) dan dapat tumbuh di ketinggian 0-2000 mdpl. Tanaman kelor dapat dipanen pada kurang lebih 40 hari dengan biomassa berat panen 4,3-8,3 ton/hektare bahan kering.

Tanaman kelor mempunyai adaptasi yang baik pada suhu 25-35 C dengan curah hujan minim. Kelor tumbuh pada kondisi ektrem seperti tanah berpasir atau lempung dan bertahan di musim kering. Untuk wilayah perkotaan seperti Jakarta, tanaman kelor bisa dibudidayakan dalam pot.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.