Jakarta, tambahasil.com – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta menjelaskan upaya strategis guna menggenjot produktivitas dan nilai tambah ikan air tawar di Indonesia antara lain yaitu pertama, pengembangan sistem perbenihan yang fokus pada produksi varian komoditas unggul yang potensial dikembangkan dan menjamin sistem logistik benihnya secara efisien.

Kedua, pengembangan sistem produksi yang fokus pada penciptaan efisiensi produksi, dan produktivitas budidaya. Upaya ini meliputi pengembangan inovasi teknologi yang aplikatif, efisien dan adaptif, pengembangan pakan mandiri yang efisien, dan penerapan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik.

Ketiga, pengembangan sistem kesehatan ikan dan lingkungan yang fokus pada upaya pencegahan dan penanggulangan hama penyakit serta pengelolaan lingkungan.

Kempat, penguatan kapasitas SDM para pelaku dan kelembagaan di sentral sentral produksi.

Dan kelima, mendorong pengembangan sistem bisnis terintegrasi (integrated aquaculture business) di sentral produksi untuk menjamin efisiensi dan market.

“Saya sangat apresiasi dengan data sementara capaian kinerja tahun 2020 dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Yogyakarta bahwa untuk program peningkatkan produksi perikanan budidaya dengan target terbesar 89 ribu ton, mampu terealisasi yakni sekitar 93 ribu ton. Ini capaian yang sangat luar biasa, meski kondisi sedang pandemi. Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi meskipun pandemi covid 19, DI Yogyakarta ini tetap berkomitmen membangun sub sektor perikanan budidaya untuk dapat berkontribusi besar dalam perekonomian nasional”, tegas Slamet.

BACA  Jajaki Wisata Budaya Paus Sperma Dengan Tujuan Edukasi dan Wisatawan 

Dan capaian produksi perikanan budidaya DI Yogyakarta terbesar dari produksi ikan ikan air tawar, tertinggi ikan lele kemudian disusul nila dan gurami. Kabupaten dengan data produksi perikanan budidaya terbesar adalah Sleman.

Atas capaian produksi perikanan budidaya di Kabupaten Sleman menurut Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam keterangannya, karena upayanya yang terus mensosialisasi penerapan budidaya ikan yang baik (good aquaculture practices) secara terus menerus. “Langkah ini kami lakukan untuk menyiapkan pelaku utama dan pelaku usaha untuk selalu mengutamakan kualitas dan peduli lingkungan dalam mengusahakan perikanan di era persaingan global saat ini dan di masa yang akan datang”, kata Bupati Sri Purnomo.

Selain itu, Kabupaten Sleman juga telah melakukan pengembangan kawasan perikanan terintegrasi wisata, diantaranya : Mina Wisata Technopark Samberembe, Candibinangun, Pakem (Taman Wisata Tehnologi Perikanan); Kawasan Mina Wisata Sistem Budidaya Ikan dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudi Dikucir) di Garongan, Wonokerto, Turi; Kawasan Mina Wisata di Sumberagung, Moyudan; Mina Wisata Tuk Pitu di Sumberan, Candibinangun, Pakem.

BACA  Cara Mengobati Penyakit Ikan Lele dan Ikan Air Tawar

Adapun untuk pertumbuhan Kelompok Pembudidaya ikan hingga tahun 2020 sebanyak kurang lebih 675 kelompok. “Peningkatan jumlah kelompok ini menjadi bukti bahwa perikanan budidaya telah menjadi usaha yang cukup diminati di masyarakat khususnya kabupaten Sleman. Dan kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Sleman kemampuannya cukup dikenal dan diperhitungkan secara nasional. Hal ini ditunjukkan oleh penghargaan yang diterima oleh pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman, baik di tingkat lokal maupun nasional”, ujar Sri Purnomo.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.