Jakarta, tambahasil.com – Membangun kampung-kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga 2024. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten termasuk salah satu daerah yang dinilai potensial untuk pelaksanaan program tersebut, khususnya untuk kampung perikanan budidaya patin.

“Salah satu upaya untuk mendongkrak produktivitas itu dengan memanfaatkan daerah-daerah yang potensial untuk dijadikan sentra produksi ikan patin (melalui program kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal), salah satunya Kabupaten Lebak,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Tb Haeru Rahayu dalam siaran resmi KKP, Sabtu (21/8/2021).

Tebe -sapaan Tb Haeru- belum lama ini mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lebak. Salah satu agendanya meresmikan Kampung Budidaya Ikan Patin Cisilad di Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles.

BACA  Cara Mengobati Penyakit Ikan Lele dan Ikan Air Tawar

Kabupaten Lebak dinilai cocok untuk pengembangan kampung-kampung budidaya lantaran area budidaya yang tersedia masih sangat luas. “Yang saya peroleh informasinya yakni sekitar 69,43 % dari luas wilayah,” ujar Tebe.

Tebe menerangkan, ikan patin merupakan salah satu komoditas ikan air tawar unggulan dan sangat potensial untuk dikembangkan dan digenjot terus produktivitasnya. Selama masa pandemi Covid-19, permintaan pasar terhadap ikan air tawar cukup tinggi, termasuk patin. Permintaan datang dari pasar domestik maupun untuk kebutuhan ekspor, khususnya ke wilayah Timur Tengah.

“Ini peluang yang sangat prospektif yang bisa kita terus garap. Makanya produksi harus kita tingkatkan terus untuk mendorong peningkatan ekspor hasil perikanan budidaya,” tambahnya.

BACA  Program Citarum Harum Membuat Ikan-Ikan Bisa Berenang lagi

Ada beberapa langkah strategis KKP dalam rangka menggenjot produktivitas dan nilai tambah ikan air tawar di Indonesia, salah satunya komoditas ikan patin ini. Mulai dari pengembangan sistem perbenihan yang fokus pada produksi varian komoditas unggul yang potensial dikembangkan dan menjamin sistem logistik benihnya secara efisien.

Kemudian pengembangan sistem produksi yang fokus pada penciptaan efisiensi produksi, dan produktivitas budidaya. Upaya ini meliputi pengembangan inovasi teknologi yang aplikatif, efisien dan adaptif, pengembangan pakan mandiri yang efisien, dan penerapan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.