Memanen air hujan, menjadi alternatif di sebuah desa di Jawa Tengah untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih. Lewat teknik elektrolisis, warga bisa memanfaatkan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Bunder, Klaten, Jawa Tengah, menjelang musim hujan biasanya warga biasanya sudah bersiap-siap mengumpulkan air hujan sebanyak mungkin. Prasetyo Widi, misalnya, salah seorang warga desa tersebut menyimpan air hujan di tangki besar. Dia bisa menyimpan hingga 100 ribu liter, yang bisa dimanfaatkan selama satu tahun. Dan kualitas airnya bagus. Airnya dipakai untuk mencuci, memasak, dan minum.

Banyak orang berpikir air hujan tidak baik untuk diminum, jadi biasanya ia menjelaskan pada orang-orang yang ragu meminumnya. Namun tak mudah mengubah cara pandang itu, katanya: “Kalau pengunjung datang atau teman dari kota, kita harus bilang, ‘Maaf, ini air hujan’. Kita sering khawatir mereka tidak akan meminumnya. Begitu mereka tahu itu air hujan, mereka biasanya tidak meminumnya, atau mereka hanya akan mengambil sedikit.”

BACA  Siapkan Strategi Untuk Hadapi Pandemi Akan Jadi Endemi

Beberapa wilayah di belahan dunia mengalami kerusakan ekologi yang berpengaruh pada kualitas air. Di masa kini, kebanyakan orang memilih membeli air minum kemasan. Namun sebagian besar warga Desa Bunder lebih memilih mendisinfeksi air dengan sistem elektrolisis. Arus listrik dialirkan melewati air, yang menimbulkan reaksi kimia, yang bisa membunuh mikroba dan meningkatkan nilai PH.

Romo Kirjito yang mengajari mereka cara melakukannya. Dia mengubah Bunder menjadi ‘komunitas air hujan’. Sekarang ada 80 komunitas serupa di tanah air. “Dulu jika hujan turun mereka mengeluh, takut basah dan sebagainya, sekarang merasa bersyukur ketika turun hujan .Jadi mereka mengalami perubahan pemikiran. Mereka menjadi lebih hemat uang belanja, mereka tidak harus membeli air minum, mereka tinggal menampung air hujan dan melakukan elektrolisis.”

BACA  PON XX Digelar Dengan Kehadiran Penonton Yang Sudah Tervaksinasi

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.