Sebuah survei global yang dirilis pada Selasa (17/08) menemukan bahwa sekitar 73% orang di negara-negara terkaya di dunia percaya bahwa umat manusia telah mendorong planet Bumi menuju titik kritis yang berbahaya.

Sekitar 73% orang kini percaya bahwa iklim di Bumi telah mendekati “titik kritis” yang tidak dapat diubah akibat aktivitas manusia, demikian menurut sebuah survei global yang dirilis pada Selasa (17/08).

Survei yang dilakukan oleh Global Commons Alliance (GCA) dan Ipsos MORI itu menunjukkan bahwa 58% responden di negara-negara G20 merasa sangat khawatir tentang kondisi planet Bumi. Survei juga menunjukkan bahwa empat dari lima responden ingin berbuat lebih banyak untuk melindungi planet Bumi.

BACA  Toleransi Beragama Menuju Kerukunan Agama

“Dunia ini tidak berjalan dalam tidurnya menuju bencana. Orang-orang tahu bahwa kita mengambil risiko besar, mereka ingin berbuat lebih banyak, dan mereka ingin pemerintah berbuat lebih banyak,” kata Owen Gaffney, penulis utama laporan tersebut.

Warga negara berkembang lebih peduli iklim?

Survei ini juga menunjukkan bahwa orang-orang di negara-negara berkembang cenderung lebih bersedia untuk melindungi alam dan iklim daripada mereka yang tinggal di negara-negara yang lebih kaya.

Seperti di Indonesia, sebanyak 95% responden mengatakan mereka akan berbuat lebih banyak untuk planet ini. Di Afrika Selatan, angkanya sebanyak 94%. Namun, di Jerman dan Amerika Serikat, responden yang bersedia berbuat lebih banyak untuk planet ini hanya 70% dan 74%.

BACA  Kekayaan Pertanian Indonesia: Sudahkah Kita Memanfaatkan Matahari Yang Terbit Sepanjang Tahun

Sementara itu, meskipun 59% dari orang yang disurvei mengatakan percaya pada dibutuhkannya transisi cepat untuk menjauh dari bahan bakar fosil, hanya 8% yang mengakui dibutuhkannya pergeseran ekonomi skala besar dalam dekade ini.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.