Pohon berdaun jarum mampu membuat 60 persen air hujan terserap ke tanah. Bahkan pohon berdaun lebar sanggup menyalurkan 80 persen air hujan ke tanah.

Jakarta, tambahasil.com – Setiap 10 Januari, masyarakat di antero jagat memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia (World Million Tree Day). Kegiatan ini didasari oleh banyaknya aktivitas manusia yang tidak sesuai kaidah pelestarian alam. Oleh karena itu, tercetus keinginan dari sejumlah pihak untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran pohon, identik dengan hutan, bagi kehidupan makhluk hidup di dunia.

Manusia menjadi aktor paling besar dalam hal merusak hutan. Setiap tahunnya jutaan hektare lahan hutan ditebang, terutama di daerah tropis. Timbul deforestasi yang mengancam kelangsungan beberapa ekosistem, bahkan paling bernilai dan langka di bumi. Padahal separuh dari makhluk di muka bumi hidup di hutan, termasuk 80 persen dari keragaman hayati dunia.

Saintis dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, Russell McLendon, seperti dikutip dariĀ Treehugger,mengatakan bahwa sedikitnya ada 20 alasan mengapa pohon dan hutan begitu penting perannya bagi bumi. Beberapa di antaranya adalah bahwa pohon menjaga tanah dan bumi agar tetap dingin. Karena pohon punya cara lain untuk mengalahkan panas dengan menyerap karbon dioksida (CO2), pemicu pemanasan global.

BACA  Pasar Tani Bazar Ramadan di Kantor Kementan

Tumbuhan selalu membutuhkan sejumlah CO2 untuk fotosintesis, tetapi udara di bumi sekarang begitu pekat dengan emisi ekstra sehingga hutan melawan pemanasan global hanya dengan bernapas. CO2 disimpan di dalam kayu, daun dan tanah, seringkali selama berabad-abad. Selain menahan tanah pada tempatnya, hutan juga dapat menggunakan fitoremediasi untuk membersihkan polutan tertentu. Ia kemudian melepaskannya sebagai oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Sebagai penyerap karbon, pohon dan hutan dapat membersihkan polusi udara dalam skala besar. Pohon mampu menyerap berbagai polutan di udara selain CO2, misalnya karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Pohon pun ampuh sebagai peredam bising paling alami dan efektif. Lendon menyebut, sebagai peredam bising, rumpun pepohonan mampu memotong suara latar sebesar 5-10 desibel, atau sekitar 50 persen dari apa yang mampu ditangkap telinga manusia.

BACA  Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mulai Berjualan

Hutan dan pepohonan di dalamnya bak sebuah spons raksasa, menyerap limpahan air hujan dibandingkan membiarkannya lepas ke berbagai penjuru tak tentu arah. Tegakan pohon berdaun jarum mampu membuat 60 persen air hujan terserap ke tanah. Bahkan pohon berdaun lebar sanggup menyalurkan 80 persen air hujan ke tanah.

Air yang melewati akar pohon akan masuk ke lapisan bawah tanah sebagai penampung. Lapisan ini, disebut sebagai akuifer, akan kembali mengalirkannya dalam jumlah banyak keluar dari permukaan tanah sebagai mata air atau air tanah. Air yang dihasilkan ini penting untuk minum, sanitasi, dan irigasi di seluruh dunia.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.