Berkah Magnet Sirkuit Mandalika

Pulau Lombok sukses menikmati hasil dari digelarnya World Superbike (WSBK) 2021. Ribuan kamar penginapan habis dipesan, hasil dagang warga sekitar Mandalika ikut laku terjual.

Lombok, legacynews.id – Putri cantik Mandalika tentu akan tersenyum jika tahu bahwa kawasan subur berbukit di sekitar Pantai Kuta, Lombok, tempat ia menceburkan diri, dapat berkembang begitu pesat seperti sekarang. Mandalika adalah putri pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting dalam cerita rakyat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia menceburkan diri ke laut perairan Kuta demi menghindari pertikaian antara pemuda-pemuda yang berhasrat mempersunting dirinya.

Mandalika kemudian menjadi nama bagi sebuah daerah seluas 1.035,67 hektare yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk tujuan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional (DPSN). Terletak di bagian selatan Pulau Lombok, tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah, Mandalika ditetapkan lewat Peraturan Pemerintah nomor 52 tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) adalah pengelola The Mandalika, nama lain dari KEK Mandalika.

BACA  Wujud Komitmen Indonesia Terhadap Isu Perubahan Iklim

The Mandalika jaraknya sekitar 25 kilometer dari Bandar Udara Internasional Lombok (BIL). Dapat ditempuh dalam 30 menit saja bila melewati Bypass BIL-KEK Mandalika sepanjang 17,3 kilometer yang beraspal mulus berpemandangan perbukitan hijau dan persawahan di kiri-kanan jalan. Ruas senilai Rp705 miliar ini akan berujung di Bundaran Songgol yang menjadi pintu masuk menuju The Mandalika. Sebuah tulisan besar berkomposisi warna merah-putih “Welcome to Mandalika” menjadi penandanya.

Akses baru ini mempersingkat waktu perjalanan jika dibandingkan memakai ruas lama yang melewati daerah tujuan wisata berupa perkampungan lama Sasak, suku asli Pulau Lombok di Desa Sade. Jalur lama ini memerlukan waktu dua jam untuk sampai ke The Mandalika dengan lintasan naik-turun perbukitan.

Dengan posisi menghadap Samudra Hindia, KEK Mandalika memiliki lima pantai indah berombak bagus yakni Kuta, Tanjung Aan, Serenting, Gerepuk, dan Seger. Pantai-pantai berpasir putih dan berair biru jernih ini serta kawasan Mandalika pada umumnya merupakan motor penggerak utama perekonomian dari sektor pariwisata bagi NTB dan kawasan sekitarnya.

BACA  Paviliun Indonesia di Dubai 2020 Expo

Tak sekadar wisata pantai, Mandalika juga memiliki sebuah sirkuit balap otomotif berkelas dunia, nama resminya Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika. Posisinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir Pantai Seger. Sirkuit seluas 50 hektare dengan panjang lintasan mencapai 4,31 km dan 17 tikungan itu telah dinyatakan layak menggelar perhelatan balapan motor World Superbike (WSBK) dan MotoGP. Kepastian itu didapat pada 18 November 2021 setelah lulus homologasi oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), selaku induk organisasi balap otomotif dunia.

Ini adalah sirkuit jalan raya pertama dalam balap motor dunia. Dibuat oleh rumah desain arsitektur ternama, Populous, yang berpusat di Kansas, Amerika Serikat. Sirkuit Mandalika merupakan buah karya kedua mereka untuk lintasan balap otomotif setelah Sirkuit Silverstone yang dipugar kembali pada 2011. Silverstone merupakan salah satu sirkuit balap tertua di dunia yang berlokasi di Inggris dan telah ada sejak 1948 silam.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.