Jakarta, tambahasil.com – Ikan Nemo, atau yang biasa dikenal di Indonesia sebagai ikan badut memang sangat menggemaskan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta ikan hias. Ikan nemo menjadi salah satu primadona ikan hias air laut yang saat ini telah dikembangkan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan bahwa komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat.

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung telah lama melaksanakan budidaya ikan nemo hingga mendistribusikan bantuan kepada para pembudidaya ikan hias. Pada tahun 2022, kegiatan prioritas BBPBL Lampung, salah satunya memberikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat pembudidaya, sementara target budidaya ikan nemo yang di BBPBL Lampung sebanyak 30.000 ekor.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengatakan budidaya ikan hias laut telah berkembang secara pesat. Perkembangan ini terutama pada teknologi pembenihan dan pembesaran beberapa jenis ikan hias laut. Sentra-sentra budidaya ikan hias laut ini juga telah berkembang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) yang berada di Lampung, Lombok, Ambon, dan Bali.

BACA  Percontohan Budidaya Udang Vaname di Aceh Tamiang

“Guna meminimalisir ikan hias hasil tangkapan alam, DJPB melalui BBPBL Lampung telah lama mengembangkan teknologi terapan budidaya nemo, mulai dari teknologi penjodohan, teknologi pengelolaan induk, teknologi pemeliharaan larva, hingga teknologi pendederan dan pembesaran ikan nemo,” kata Dirjen yang biasa disapa Tebe.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Mulyanto mengatakan BBPBL Lampung telah lama membudidayakan ikan hias laut nemo. Pada tahun 2022 pihaknya mengaku menargetkan produksi ikan nemo sebanyak 30.000 ekor. “Tahun 2022, kami memiliki target produksi 30.000 ekor ikan nemo, 20.000 ekornya kami akan distribusikan langsung sebagai bantuan kepada para pembudidaya dan mendukung konservasi alam,” ujar Mulyanto.

BACA  Pengembangan Pengembangan Budidaya Tambak Udang Vaname Berkelanjutan

Sementara itu, menurutnya kegiatan budidaya ikan nemo yang dilakukan di BBPBL Lampung menggunakan sistem Resirculating Aquaculture System (RAS). Mulyanto menerangkan bahwa prinsip dasar RAS yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima.

Mulyanto mengatakan teknologi RAS budidaya ikan hias laut di BBPBL Lampung memiliki beberapa keunggulan antara lain, mampu mempertahankan kualitas air dengan baik, menghemat penggunaan air, meningkatkan tingkat Survival Rate (SR), meningkatkan performa ikan nemo, dan dapat diusahakan pada lahan yang terbatas. “Satu ekor induk biasanya menghasilkan 300 sampai 600 butir telur,” tukas Mulyanto.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.