Peningkatan rasio kewirausahaan bertujuan memperkuat struktur ekonomi nasional. Di Indonesia, tingkat kewirausahaan masih berkisar 3,47% dari total penduduk.

Jakarta, tambahasil.com – Presiden telah menerbitkan Perpres nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional untuk mendorong penumbuhan wirausaha hingga 2024 dapat tercapai jumlah ideal 3,95% dari total penduduk Indonesia.

“Peningkatan rasio kewirausahaan bertujuan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Tingkat kewirausahaan Indonesia saat ini masih berkisar 3,47% dari total penduduk Indonesia. Kita butuh lebih banyak IKM(industri kecil menengah, red) yang bisa naik kelas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, pada Senin, 23 Mei 2022.

Rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu 3,47% dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Di Singapura rasio wirausahanya sudah mencapai 8,76%, di Thailand 4,26%, dan Malaysia mencapai 4,74%.

BACA  Memperjuangkan Keadilan Ketersediaan Vaksin

Untuk mendorong peningkatan itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan seperti program pelatihan, dukungan akses pembiayaan yang murah, hingga pendampingan untuk UMKM naik kelas. Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) akan terus melaksanakan program penumbuhan wirausaha baru (WUB) dan program penguatan daya saing IKM/sentra IKM yang selaras dengan amanah pada Perpres 2/2022.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Sinkronisasi Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM Tahun 2023 di Ambonmenjabarkan bahwa program penumbuhan wirausaha baru Ditjen IKMA akan meliputi wirausaha baru di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) sesuai dengan Inpres nomor 1 tahun 2021 tentang Daerah Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw serta Inpres nomor 9 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

BACA  Harapan Para Petani atas Kehadiran Bendungan Karalloe

Selain itu, penumbuhan wirausaha baru diwujudkan melalui program santripreneur di pondok-pondok pesantren, dan melalui sinergitas antarkementerian/ lembaga dengan pengembangan  akselerasi startup berbasis teknologi.

“Akselerasi startup ini bertujuan menghasilkan wirausaha yang modern, sustainable, dan dapat menjadi role model bagi pelaku IKM lainnya untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan usahanya,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian, melalui Ditjen IKMA, berupaya terus mencetak calon wirausaha baru dan mengembangkan kemampuan mereka menjadi wirausaha mapan, sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan ini sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2023, yaitu “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.