Indonesia mengalami bencana karhutla pada 2015 dan 2019. Kemarau 2022 diperkirakan akan panjang dan kerontang. Pemerintah pusat, pemprov, pemkab, dan TNI-Polri telah siaga.

Jakarta, tambahasil.com – Hujan sudah mulai  surut di Provinsi Riau. Langit cerah dengan hiasan awan terserak tipis-tipis. Ada isyarat yang cukup jelas bahwa kemarau akan datang lebih cepat dan diperkirakan akan memasuki puncaknya di akhir Mei nanti. Tak mau ambil risiko, Gubernur Riau H Syamsuar menetapkan status siaga darurat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berlaku selama 255 hari, dari 21 Maret hingga akhir November 2022.

Riau tak mau kecolongan. Di beberapa tempat, karhutla sudah terjadi dan menghasilkan awan hitam yang terbang ke langit. Salah satunya muncul dari kawasan hutan di Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan  Samo Barat, Kabupaten Rokan Hulu. Api mulai terlihat sejak Minggu (27/3/2022), menjilami dari atas bukit, dan mulai merembet ke bawah.

Petugas lapangan langsung dikirim ke lokasi. Namun bukan hanya lantaran medan yang terjal, para petugas pemadam api, yang terdiri dari personel TNI-Polri, aparatur Dinas Kehutanan dengan dibantu warga desa setempat kesulitan menghadapi kobaran api karena tak ada sumber air di area perbukitan itu. Pompa-pompa dan kanon air yang disiapkan tak dapat  beroperasi. Petugas mencoba menahan api hanya dengan pukulan ranting pohon.

BACA  Kentang Medians Diolah Menjadi Keripik Tembus Pasar Internasional

Tidak mudah mengerahkan tenaga bantuan. Lokasi kebakaran di daerah terpencil, yang hanya bisa didekati dengan sepeda motor sejauh 30 km. Bantuan udara diperlukan. Hanya heli-heli pembawa bom air yang bisa efektif  melawan api di sana. Bantuan heli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih ditunggu. Data sementara, api telah melahap area vegetasi seluas 70 hektare (Ha).

Seperti biasanya, karhutla kali ini terjadi di area hutan kritis, yang telah kehilangan kerimbunannya. Kawasan hutan tanpa tegakan pohon-pohon besar itu banyak terdapat di Provinsi  Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Sebagian terjadi karena sengaja, karena membakar menjadi cara mudah untuk membuka lahan (land clearing) perkebunan.

BACA  Denmark Kembangkan Susu Sapi Organik Di Indonesia

Karhutla selalu terjadi setiap tahunnya. Sampai pertengahan Maret 2022, di Provinsi Riau terjadi beberapa kasus karhutla dengan luas area  421 Ha. Secara nasional, 10.078 Ha lahan terbakar di sepanjang 2022 ini. Provinsi Sumatra Barat, Lampung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara mencatat karhutla di atas 1.000 ha. Pada akhir Maret 2022, citra satelit menunjukkan ada titik-titik api di Aceh, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat.

Riau termasuk yang secara dini menyiapkan diri menghadapi bahaya laten karhutla. Masing-masing kabupaten pun berhitung dengan risiko yang ada dan tiga di antaranya telah mencanangkan status siaga, yakni Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Pelalawan. Mereka telah siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan TNI-Polri.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.