Jakarta, tambahasil.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus berupaya keras memaksimalkan daerah potensial untuk pengembangan budidaya ikan. Pasalnya, bicara potensi kelautan dan perikanan Indonesia punya potensi yang besar sekitar USD1,3 triliun dan subsektor perikanan budidaya menjadi salah satu sumbernya. Ibarat raksasa yang sedang tertidur (the sleeping giant). Oleh karenanya diperlukan sinergi untuk membangunkan raksasa tersebut. Salah satunya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mempunyai potensi budidaya ikan laut luar biasa untuk terus dikembangkan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu saat melakukan Tebar Ikan Kakap Putih sebanyak 10 ribu ekor dan Panen Bawal Bintang sekitar 2,5 ton di Desa Pangkil, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (12/11/2021).

Ia mengatakan, KKP terus mendorong pembudidaya untuk mengembangkan berbagai komoditas ikan laut, salah satunya adalah bawal bintang. Pasalnya, teknologi budidayanya telah dikuasai dengan tingkat produksi yang cukup tinggi. “Komoditas ikan laut sangat potensial, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Salah satunya komoditas ikan bawal bintang yang pasarnya juga besar, baik di pasar lokal maupun ekspor. Oleh karena itu, pengembangan usaha budidaya bawal bintang masih terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala usaha,” ujar Dirjen yang biasa disapa Tebe.

BACA  Peluang Investasi di Bidang Budidaya Udang dan Pengalengan Ikan

Apalagi  Kepri ini sangat dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, serta memiliki potensi yang sangat besar di sektor perikanan laut. Dan permintaan bawal bintang dari kedua negara tetangga tersebut cukup tinggi. Untuk itu, dengan anugerah potensi budidaya laut yang luar biasa di Kepri ini, diperlukan komitmen membangun lebih optimal lagi sektor perikanan budidaya di wilayah ini, agar sektor perikanan budidaya makin memberikan nilai lebih terhadap pembangunan ekonomi daerah pada khususnya, dan kemajuan ekonomi nasional pada umumnya.

“Hal ini sejalan seperti apa yang diinginkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera yang mana beliau mengatakan, kebijakan ekonomi biru harus menopang pembangunan ekonomi Indonesia. Dan Bapak Presiden meminta agar ada terobosan dalam mengimplementasikan prinsip ekonomi biru pada sektor kelautan dan perikanan Indonesia.  Maka dari itu, KKP banyak melakukan terobosan-terobosan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya khususnya, dengan tetap menjaga kelestarian alam, keseimbangan ekologi, dan keanekaragaman hayati. Panglimanya adalah ekologi, agar anak cucu kita masih bisa menikmati potensi sumber daya alam di masa depan. Salah satunya dengan mengembangkan perikanan budidaya di daerah-daerah potensial seperti Kepri ini,” ujar Tebe lagi.

BACA  Wujudkan Ekonomi Biru Penangkapan Ikan Terukur & Ekologi Seimbang

Tebe mengapresiasi semangat anak-anak muda di Desa Pangkil Kabupaten Bintan Kepri, bagaimana embrio usaha budidaya ikan ini dikembangkan oleh anak-anak muda dan mereka dapat mengelola Koperasi Budidaya Laut Kepri dengan baik. “Anak-anak muda ini jagoan dalam hal revolusi industri 4.0. Jadi bagaimana kita mengawinkan ekologi, ekonomi dan inovasi teknologi ini, agar ekonomi biru bisa dicapai dalam waktu singkat,” tegas Tebe.

Apalagi, di tengah kondisi pemulihan ekonomi setelah pandemi, diharapkan sektor perikanan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. “Selain sebagai penopang ketahanan pangan, sektor perikanan digadang-gadang menjadi salah satu sektor pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, KKP berusaha keras untuk terus meningkatkan produktivitas perikanan khususnya perikanan budidaya di daerah potensial. Kepri salah satu daerah yang akan kita kembangkan untuk budidaya ikan laut,” kata Tebe.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.