Masuknya KM Sabuk Nusantara 100 ke Pelabuhan Depapre Kabupaten Jayapura, merupakan upaya mengurai isolasi di Papua. Ini merupakan kapal besar kedua yang sandar di Depapre setelah KM Lognus 2.

Jayapura, tambahasil.com – Pelabuhan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, kini tak lagi hanya disandari oleh KM Logistik Nusantara 2. Tapi sejak 4 Desember lalu, pelabuhan yang berada di Teluk Tanah Merah, Jayapura, itu akan rutin mendapat “tamu”, yakni KM Sabuk Nusantara (Sanus) 100.

Kehadiran KM Sanus 100 merupakan tindak lanjut dari persetujuan Kementerian Perhubungan atas usulan PT PELNI (Persero) untuk deviasi (baca: penambahan trayek) Kapal Sanus 100, yaitu sebelum berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Jayapura, singgah dulu di Pelabuhan Depapre, Kabupaten Jayapura.

Dalam launching KM Sanus 100, Kepala KSOP Jayapura Captain Roni Fahma mengatakan, angkutan laut perintis itu bertujuan merangkai konektivitas sampai ke wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) dan menekan disparitas harga di wilayah tersebut yang akses dengan angkutan multimoda.

BACA  Jaga dan Kawal Perkembangan Digitalisasi Keuangan

Sabuk Nusantara 100 secara resmi diluncurkan oleh galangan kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia sejak September 2017. Kapal yang memiliki bobot 1.200 GT ini dibangun untuk melayani angkutan keperintisan ke-100 di wilayah NKRI. Dengan menjadi mata rantai moda angkutan laut dalam program tol laut, sebagaimana tercantum dalam nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo, kapal ini beroperasi di kawasan Indonesia Timur, khususnya di wilayah perairan Papua.

Kapal KM Sabuk Nusantara 100 atau yang juga biasa disebut Kapal Sanus 100 melayani pelayaran dari Pelabuhan Jayapura (kota)-Depapre-Sarmi, lalu ke Teba, dan singgah juga di Kurud, Waren, sampai ke Serui-Ansus-Wooi-Miosnum-Poom, dan terakhir Biak. Menurut rencana trip Jayapura-Biak-Jayapura akan memakan waktu 10 hari. Dari Jayapura memuat 353 penumpang untuk tujuan Biak.

Selain penumpang, kapal ini juga memuat barang kebutuhan pokok. Kapal Sabuk Nusantara 100, selain tentunya memiliki peranan penting sebagai kapal pengangkut penumpang, juga memiliki peranan sebagai kapal pembawa barang-barang kebutuhan sembako hingga kendaraan dari dan menuju ke wilayah yang akan dilintasinya.

BACA  Toware Tas Tradisional Papua Atau Noken Dari Papua Daerah Utara.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, pelaksanaan program tol laut yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan angkutan laut perintis merupakan dukungan distribusi logistik dan juga sebagai upaya menurunkan disparitas harga antara wilayah barat dan timur. Diketahui, Pelabuhan Depapre menjadi salah satu pelabuhan di Papua yang dapat langsung memiliki akses menuju beberapa daerah di kawasan pegunungan.

“Program ini merupakan perpaduan antara tol laut, di mana penumpang dan barang-barang berupa bahan pokok dan logistik dibawa dari beberapa wilayah terpencil, tertinggal, dan pesisir dengan menggunakan kapal untuk dikirim ke Kabupaten Jayapura dan sekitarnya,” kata Bupati Mathius dalam sambutannya.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.