Jakarta, tambahasil.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program Kampung Nelayan Maju (Kalaju) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Sebagai upaya mewujudkannya, perlu adanya penyiapan SDM yang berkelanjutan dalam pembangunan kampung tersebut. Untuk itu, KKP melalui melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), meningkatkan kapasitas masyarakat di berbagai daerah, salah satunya melalui pelatihan dan penyuluhan di kampung-kampung pesisir.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono mengatakan, Kalaju menjadi upaya pemerintah untuk mewujudkan kampung nelayan yang tertata, maju, bersih, sehat, dan nyaman, yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas usaha nelayan dan keluarganya. Demikian disampaikannya pada saat peletakan batu pertama Kalaju di Kampung Nelayan Tomalou, Kabupaten Tidore, Provinsi Maluku Utara, bulan Maret lalu.

“Perkampungan nelayan dikembangkan menjadi lebih maju. Harapannya tidak ada lagi kampung nelayan dengan kesan miskin, kumuh dan kotor. Harus lebih tertata dengan baik dan berdaya saing,” ujar Menteri Trenggono pada kunjungan kerja tersebut.

BACA  Membangun Kampung-Kampung Budidaya Ikan Patin di Lebak Banten

Untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kalaju, BRSDM menggelar pelatihan di berbagai daerah. Terbaru, pada 25-26 Maret  2022 dan 7-8 April 2022, dilakukan kegiatan Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan di Kota Serang dan Kabupaten Serang, Provinsi Banten, secara tatap muka. Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menyampaikan, kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk dukungan BRSDM dalam mengakselerasi implementasi program terobosan KKP yaitu pembangunan Kalaju, salah satunya di Kota Serang dan Kabupaten Serang.

“Program Kalaju ini merupakan upaya mewujudkan ekonomi biru, dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya yang telah diterapkan di Kota Serang yaitu di Kecamatan Kasemen dan di Kabupaten Serang tepatnya di Kecamatan Tanara sebagai Kalaju. Untuk itu masyarakat perlu didukung dengan kompetensi yang mumpuni, terutama peran istri nelayan dalam memanfaatkan hasil produksi perikanan tangkap menjadi produk bernilai jual tinggi dan menerapkan prinsip zero waste melalui diversifikasi olahan ikan,” tegasnya.

BACA  Pengendalian Perdagangan Hiu dan Pari

Difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, di bawah supervisi Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), kegiatan yang dilaksanakan di dua tempat ini diikuti masing-masing sebanyak 100 peserta  dari masyarakat perikanan. Dalam pelatihan tersebut, para peserta dilatih membuat pempek ikan, tekwan ikan, sambal botol cumi, siomay ikan lele, keripik kulit lele, kaki naga ikan lele, pengemasan produk olahan perikanan, pengemasan usaha pengolahan hasil perikanan, hingga strategi pemasaran.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, kegiatan Pelatihan Diversifikasi Olahan sebagai “benteng” ketahanan pangan dan sumber gizi masyarakat Kota Serang dalam mencapai target Angka Konsumsi Ikan (AKI) Nasional. Hal ini, karena AKI  Provinsi Banten masih jauh dari angka yang telah ditargetkan. Ia juga menambahkan, melalui kegiatan pelatihan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.