Komposisi investasi antara Jawa dan luar Jawa mulai berimbang karena ditopang pembangunan infrastruktur sejak 2019.

Jakarta, tambahasil.com – Pemulihan ekonomi kini menjadi pekerjaan rumah negara-negara di dunia. Untuk memacu pertumbuhan, negara-negara di dunia termasuk Indonesia, mau tidak mau harus menggenjot investasi. Penyelenggaraan G20 di Indonesia menjadi media yang tepat untuk menarik investor masuk dan menggarap peluang investasi di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyadari peluang besar di depan mata itu. Namun, Bahlil yang juga mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), tentu tidak ingin investasi yang masuk ke Indonesia itu hanya investasi yang jangka pendek.

Bahlil berharap, investor yang masuk adalah investor yang berbobot, berkelanjutan, dan berkualitas. Untuk itu, pemerintah menerapkan strategi kolaborasi investasi asing dan lokal, termasuk UMKM.

BACA  Ledakan Omicron Polanya Melandai Setelah 33 Hari

“Investasi berdekatan pada green energy dan ramah lingkungan, substansinya adalah hilirisasi,” ujarnya ketika menjadi pembicara kunci di acara Road to G20: Investment Forum 2022 “Mendorong Percepatan Investasi Berkelaniutan dan Inklusif”, di Solo, Rabu (18/5/2022).

Hadir sebagai pembicara di acara itu, antara lain, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Shinta Kamdani selaku Chair of B20 Indonesia 2022, Ridzki Kramadibrata sebagai Presiden Grab Indonesia, Lili Yang Ing yang merupakan Lead Advisor (Southeast Asia Region) at Economic Research Institute for Asean and East Asia, Jeremy Jihun Kang sebagai Head of Strategy Planning of Korindo Group, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

BACA  Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022

Bahlil pun menyajikan data minat investasi ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, komposisi investasi antara Pulau Jawa dan luar Jawa sudah mulai berimbang karena ditopang pembangunan infrastruktur sejak 2019. Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengatakan, Presidensi G20 Indonesia 2022 merupakan momentum terbaik dalam rangka membangun konsepsi global untuk pembangunan ekonomi di Indonesia dan negara G20.

Bahlil mengakui, Indonesia dan negara dunia mengalami dua persoalan besar yakni pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi pasca-Covid-19. “Indonesia sudah berada di jalur tepat untuk mengatasi dua hal tersebut,” ujarnya.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.