Data tata kelola minerba dari sejumlah K/L akan diintegrasikan dalam sistem informasi mineral dan batu bara antarkementerian dan lembaga (Simbara). Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk kepatuhan atas ketentuan domestic market obligation (DMO).

Jakarta, tambahasil.com – Mineral dan batu bara (minerba) menjadi sumber penerimaan yang sangat penting bagi negara. Di dalam rantai pengelolaan usahanya terdapat lima pilar utama yang meliputi dokumen, uang, jasa pengangkutan/transportasi, orang, dan barang. Kelimanya perlu terintegrasi secara rapi dalam satu sistem informasi yang bisa saling mengkonfirmasi dan memverifikasi.

Semangat itulah yang mendorong pemerintah membangun sistem informasi mineral dan batu bara antarkementerian dan lembaga (Simbara). Kehadiran Simbara itu pun telah diluncurkan pada Selasa (9/3/2022), dalam sebuah seremoni online yang dihadiri oleh Menteri Koodinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Gubernur Bank Indonesia  (BI) Perry Warjiyo, dan Ketua KPK Firli Bahuri.

BACA  Investor Yang Masuk Yang Berbobot dan Berkelanjutan

Simbara sendiri merupakan sebuah inovasi tata kelola yang lahir dari kolaborasi antarkementerian. Di dalamnya ada Kementerian Keuangan, ESDM, Perdagangan, Perhubungan, dan Bank Indonesia. Sinergi ini menjawab kebutuhan pada era digitalisasi, di mana perlu adanya suatu ekosistem yang mengintegrasikan antarsistem kementerian/lembaga yang terkait pengelolaan dan pengawasan mineral dan batu bara.

Elemen dokumen, uang, jasa pengangkutan/transportasi, orang, dan barang pun menjadi satu. “Kelima hal ini harus diintegrasikan. Di dalam era digital yang makin maju, keseluruhan proses bisnis harus berorientasi kepada pelayanan yang semakin mudah, dan semakin baik. Namun, di saat yang sama perlu adanya akuntabilitas dari keseluruhan proses bisnis ini,’’ kata Menkeu Sri Mulyani, dalam sambutan.

Dengan begitu, menurut Menkeu, seperti yang dikutip dalan rilis berita Kementerian Keuangan, wujud pengelolaan sumber daya alam yang baik bisa menjadi keniscayaan bahkan keharusan. Simbara mengintegrasikan sistem dan data dari hulu ke hilir. Sejak dari perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan, pembayaran PNBP, ekspor, dan pengangkutan dan pengapalan serta devisa hasil ekspor,  semua tercatat secara akurat. Dengan adanya ekosistem ini, diharapkan dapat terwujud satu data minerba antarkementerian/lembaga.

BACA  Mengolah Limbah Darah Sapi Jadi POC

Perwujudan satu data minerba yang tepercaya itu diyakini meningkatkan kepatuhan dan sekaligus efektivitas pengawasan, optimalisasi penerimaan negara, serta peningkatan layanan kepada pelaku usaha dan masyarakat. Melalui Simbara pula bisa dilakukan pemantauan kepatuhan pelaku usaha atas kewajiban pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (DMO) dan pengawasan pengembalian devisa hasil ekspor ke tanah air.

Para pelaku usaha (pemegang izin produksi pertambangan), para petugas survei, agen pelayaran, dan instansi lain yang terlibat diminta agar memahami dan meningkatkan kepatuhannya atas ketentuan peraturan perundang-undangan terkait dengan pengelolaan dan pengawasan minerba.  Ada sederet kewajiban yang tak bisa dielakkan.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.