Industri mebel nasional di tengah masa pagebluk Covid-19 justru mampu menangkap peluang ekspor. Sehingga, kinerjanya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Jakarta, tambahasil.com – Kebijakan gas dan rem dalam penanganan pandemi Covid-19 setidaknya menuai hasil positif di sejumlah sektor. Di satu sisi, mengerem sebagian masyarakat melalui kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) agar tenaga kesehatan fokus menangani pasien yang terpapar corona. Sementara itu, sejumlah aktivitas esensial maupun kritikal seperti industri berorientasi ekspor tetap jalan. Kesehatan memang harus dipulihkan, tapi ekonomi juga mesti jalan.

Salah satunya Kementerian Perindustrian (Kemenperin), selama masa PPKM, menjaga aktivitas industri mebel, yang termasuk dalam sektor esensial. Sebab, industri ini merupakan sektor yang berorientasi ekspor agar tetap menghasilkan devisa bagi negara.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 35 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, sejumlah industri esensial sedang melakukan tahap uji coba penerapan protokol kesehatan, dengan tetap beroperasi dalam kapasitas 100 persen karyawan yang dibagi minimal menjadi dua shif. Guna memastikan uji coba tersebut berjalan baik, Kemenperin terus aktif melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah kawasan industri.

BACA  Presiden Joko Widodo Ingin Pancasila Bisa Jadi Inspirasi Bagi Anak Bangsa

Kemenperin memantau pedoman atau fasilitas yang dimiliki perusahaan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Seperti, penerapan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi seluruh karyawan. Dengan begitu, pengawasan lebih efektif.

Plt Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dan tim Kemenperin saat meninjau pabrik rotan PT Aida Rattan Industry di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (26/8/2021) memberikan apresiasinya. Sebab pabrik rotan tersebut sudah menjalankan operasional pabriknya secara penuh dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Pabrik ini dinilai sudah mematuhi ketentuan Surat Edaran Menteri Perindustrian (SE Menperin) nomor 3 tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Pedoman kerja seperti penggunaan masker bagi karyawan tinggal diperkuat lagi sejak masuk pabrik, jam istirahat sampai keluar dari pabrik. Sebanyak 85 persen karyawan PT Aida Rattan juga sudah menerima vaksin.

BACA  PPKM Jawa-Bali Diberlakukan Dua Minggu dan Evaluasi Setiap Minggu

Putu optimistis, apabila aktivitas produksi industri dapat terjaga dengan baik, akan memacu investasi dan penyerapan tenaga kerja. Mengingat, pemerintah juga fokus melakukan hilirisasi industri dengan memanfaatkan bahan baku dalam negeri. Khususnya industri yang membidik pasar ekspor, seperti rotan ini.

“Apalagi, 100 persen produk yang dihasilkan oleh PT Aida Rattan Industry berorientasi ekspor sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional,” tukas Putu Juli Ardika.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.