Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021) Antara Foto/ Aditya Pradana Putra

IHSG merangkak naik sekitar 8,9 persen sepanjang tiga minggu dan mendekati level all time high 6.689. Sentimen positif bertaburan. Level all time high bisa terlampaui dalam waktu dekat.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup mendebarkan pada sesi perdagangan, Senin (18/2/2021) pagi. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 32 poin hingga ke level 6.667, mendekat ke angka 6.689, level tertinggi sepanjang sejarah alias all time high yang tercatat pada Februari 2018.

Sebanyak 228 saham naik, 56 saham turun dan 251 saham stagnan. Semua indeks sektoral menguat, dalam menopang kenaikan IHSG. Yang mengalami kenaikan terbesar adalah IDX sektor bahan baku, yang terungkit 1,27%, IDX sektor transportasi naik 0,86%,, dan IDX sektor perindustrian terkerek tipis 0,45%.

BACA  Membuka Wilayah Indonesia Pada Dunia Luar Di Masa Pandemi

Para investor yang bermain di BEI berharap bisa pecah rekor, IHSG tembus melampaui level tertinggi all time high 6.689. Namun, rupanya IHSG bergerak alot. Hingga sampai penutupan sesi I hari itu dia hanya bertengger di level 6.666. Bahkan, pada sesi kedua ia terkoreksi tipis dan turun ke level 6.658, masih dalam zona positif–ada kenaikan dari posisi Jumat (15/10/21).

Dalam beberapa hari ke depan, ada saja kemungkinan besar IHSG bakal terkoreksi beberapa puluh poin, gagal mencapai level all time high, untuk kemudian mengalami dinamika barunya lagi setelah tiga pekan secara konsisten mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni 8,9 persen. Aksi ambil untung bisa jadi tak terelakkan. Toh, sejumlah analis meyakini IHSG masih berpeluang bergerak naik, ke level 6.750, lantaran banyak saham yang belum mengalami kenaikan sepadan dengan kinerjanya, dan baru berikutnya terjadi aksi profit taking.

Kenaikan IHSG itu menandai semakin besarnya valuasi modal yang dipertaruhkan di BEI. Pada sesi penutupan pekan sebelumnya, Jumat (15/10/21), dengan IHSG pada level 6.633, kapitalisasi bursa telah menembus angka Rp8.134 triliun. Ada kenaikan 2,34 persen pada IHSG di pekan itu (11–15 Oktober 2021), dengan traksaksi harian rata-rata Rp17,5 triliun. Modal asing terpantau mengalir cukup deras ke BEI, dengan nilai Rp23,8 triliun selama satu bulan terakhir (month on month).

BACA  Airlangga Hartarto Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Website Protected by Spam Master