Jakarta, tambahasil.com – Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan  komoditas penting perikanan budidaya yang sangat populer di masyarakat. Maklum saja, ikan nila memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya.

Beberapa keunggulan yang dimiliki nila di antaranya adalah : relatif tingginya  resistensi  terhadap kualitas air dan penyakit, memilliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan,  kemampuan yang efisien dalam membentuk protein kualitas tinggi dari bahan organik, limbah domestik dan pertanian, memiliki kemampuan tumbuh yang baik, dan mudah tumbuh dalam berbagai wadah budidaya yang dikelola secara tradisional maupun sistem budidaya intensif.

Pengembangan Budidaya nila di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1969. Meski demikian budidaya secara intensif baru mulai berkembang tahun 1980-an seiring ditemukannya  beberapa  jenis nila unggul seperti nila merah, nila GIFT  (Genetic Improvement of Farmed Tilapia) dan nila GET (Geneticaly Enhanched of Tilapia) dari Filipina yang bisa tumbuh bongsor dalam waktu relatif singkat di wadah budidaya intensif berupa kolam dan jkantong jarring apung.

BACA  Cara Mengobati Penyakit Ikan Lele dan Ikan Air Tawar

Selain nila GIFT dan GET, belakangan juga muncul jenis nila unggul yang dikenal dengan nama nila JICA, nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) atau dikenal juga dengan nama nila YY, serta  nila NIRWANA (Nila Ras Wanayasa)

Biologi Ikan Nila

Secara morfologi, ikan nila memiliki bentuk tubuh pipih, sisik besar dan kasar, kepala relatif kecil, garis linea lateralis terputus dan terbagi dua, yaitu bagian atas dan bawah. Ikan nila toleran terhadap perbedaan lingkungan sangat tinggi, dapat hidup pada salinitas 0-29 permil; suhu 14-38 °C; pH 5 — 11.

Merupakan ikan omnivora dan sangat menyenangi pakan alami berupa rotifera, Daphnia sp, Benthos, perifiton dan fitoplankton. Disamping itu, bisa juga di beri pakan seperti pellet, dedak dll. Termasuk ikan yang dapat memijah sepanjang tahun dan mulai memijah pada umur 6-8 bulan. Seekor induk betina ukuran 200-400 gram dapat menghasilkan larva 500-1.000 ekor.

BACA  Budidaya Ikan Dalam Ember Memenuhi Kebutuhan Pangan Rumah Tangga

Jantan dan Betina

Untuk membedakan induk jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk tubuh, warna dan alat kelaminnya. Tanda-tanda tersebut antara lain,  induk nila  jantan warna tubuh cerah dan memiliki satu lubang kelamin yang bentuknya memanjangdan berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dan air seni. Warna ujung sirip kemerahan terutama pada saat matang kelamin.

Sedangkan induk nila betina, warna tubuh agak pucat dan memiliki dua buah lubang kelamin. Lubang pertama berada dekat anus, bentuknya seperti bulan sabit dan berfungsi sebagai tempat keluarnya telur. Lubang kedua berada di belakangnya, bentuknya bulat dan berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.