Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menyusut 8,73%, terutama akibat kenaikan bunga acuan The Fed. Kapitalisasi BEI terkikis Rp690 triliun dalam sepekan. Namun, IHSG mulai bangkit dari guncangan.

Jakarta, tambahasil.com – Suasana panik dan gamang sudah mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu konsisten meluncur di jalur hijau sepanjang pekan (17-20 Mei 2022), menguat  4,85 persen, dan siap marapat kembali ke level 7.000. Pada akhir perdagangan di Bursa Effek Indonesia (BEI), Jumat (20/5/2022), IHSG bertengger di angka 6.918.

Lantai bursa saham di Jakarta itu sudah kembali bergairah. Total volume transaksi bursa mencapai 22,04 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15,9 triliun pada Jumat itu. Sebanyak 346 saham menguat, 173 saham turun harga ,dan 164 saham lainnya flat. Investor asing hari itu mencatat net buy sebesar Rp232 miliar.

Meski belum kembali ke level 7.228 pada 28 April 2022, hari perdagangan terakhir pada April 2022, IHSG sudah kembali rebound. Guncangan yang terjadi di pasar keuangan dunia, setelah The Federal Reserve (lembaga yang berperan sebagai Bank Sentral di AS), menaikkan suku bunga acuan, ternyata tak berkepanjangan. Maka, Jumat lalu itu IHSG terkerek hampir 95 poin (1.39 persen).

BACA  Kontingen Papua Berhasil Menyapu 23 Emas Memasuki Hari Kelima

Sektor teknologi masih memimpin penguatan dengan kenaikan 4,11%. Sektor energi melesat 2,86%. Sektor barang konsumsi primer melonjak 2,37%. Sektor transportasi dan logistik naik 1,27%. Sektor kesehatan menguat 1,21%. Sektor perindustrian menanjak 0,92%. Properti dan real estat menguat 0,74%. Sektor barang konsumsi nonprimer naik 0,55%. Sektor barang baku terungkit 0,44%. Sektor keuangan naik 0,39%. Sektor infrastruktur menguat tipis 0,02%.

Situasi sepekan lalu itu berbeda dari pekan sebelumnya (9–13 Mei 2022), yang merupakan pekan pertama di bulan Mei setelah BEI tutup untuk libur Lebaran. Di tengah liburan Lebaran itu, The Fed mengerek  suku bunga acuan di AS sampai 50 basis poin. Ini adalah kenaikan kedua, setelah yang pertama dilakukan Maret 2022 lalu, dengan kenaikan 25 basis poin.

BACA  BEI Luncurkan Dua Indeks Baru Berbasis Industri Hijau

Dengan kenaikan itu, suku bunga acuan The Fed  mencapai 1 persen, dan diperkirakan akan diikuti kenaikan suku bunga bank di AS hingga mencapai level 2,5–3 persen. Kenaikan suku bunga itu pun sontak diikuti  dengan bergeraknya arus investor untuk menjual sahamnya di berbagai bursa dunia. Mereka memilih memindahkan portofolionya menjadi dolar AS dengan harapan meraih cuan yang lebih tinggi.

BEI pun diserbu aksi jual pada Senin 9 Mei 2022. Hari itu hampir semua saham masuk jalur merah dan diperdagangkan pada harga lebih rendah. Hari itu, IHSG pun terpelanting anjlok 330 poin dan terjun ke level 6.897, susut 4,5 persen.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.