Di Expo 2020 Dubai, Indonesia menampilkan lebih dari 300 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada 64 juta UMKM Indonesia untuk go global.

Jakarta, tambahasil.com – Neraca perdagangan Indonesia selama September 2021 mencatat neraca perdagangan yang surplus senilai USD4,23 miliar. Nilai pencapaian itu tentu tidak terlalu buruk di tengah-tengah ekonomi dunia yang masih meriang akibat pandemi.

Mulai pulihnya neraca perdagangan itu bisa terlihat dari perjalanan neraca ekspor secara kumulatif dari Januari–September 2021 yang mencapai USD164,2 miliar, atau naik 40,38 persen dibandingkan periode yang sama 2020. Demikian pula nilai ekspor nonmigas yang tercatat USD155,46 miliar di periode yang sama, atau naik 3,84 persen.

BACA  Produk UMKM Dalam #pasarlautindonesia Di Ajang Dubai Expo 2020

Namun seperti dilaporkan BPS, bila dilihat per negara pencapaian itu memperlihatkan bahwa pemulihan kinerja ekspor belum menyentuh negara tujuan ekspor tradisional Indonesia. Data BPS menyebutkan, ada lima negara tujuan ekspor. Tercatat, Taiwan menduduki peringkat pertama dengan nilai USD205,6 juta, lalu Filipina (USD104,4 juta), Amerika Serikat (USD87,7 juta), Thailand (USD61,0 juta), dan Spanyol (USD56,2 juta).

Beberapa negara yang selama ini menjadi unggulan ekspor Indonesia tercatat masih minus, seperti India (USD482,5 juta), Tiongkok (USD236,5 juta), dan Jepang (USD107,7 juta).

Dari gambaran di atas, Pemerintah Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mendongkrak kinerja ekspornya. Caranya terus mempromosikan sejumlah komoditas unggulan dan memiliki daya saing tinggi di level global.

BACA  Putusan Judicial Review MK UU Cipta Kerja

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah bakal mendorong ekspor produk besi dan baja untuk mengganti komoditas unggulan. Langkah itu diambil untuk menjaga tren positif neraca dagang saat harga dua komoditas unggulan ekspor dalam negeri itu kembali turun seiring dengan pulihnya pasokan global.

Supercycle itu biasanya antara 6 sampai 14 bulan, tapi kalau saat ini saya melihat paling cepat mungkin baru akhir tahun depan selesai atau menjelang tengah tahun 2023, jadi totalnya hampir tiga tahun,” kata Lutfi, Jumat (15/10/2021).

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Website Protected by Spam Master