Studi World Bank menyebut, 80 persen UMKM di ekosistem digital memiliki resiliensi lebih baik di masa pandemi.

Jakarta, tambahasil.com – Presiden Joko Widodo telah berulangkali menyampaikan arahan kepada para pemangku kepentingan, terkait percepatan transformasi digital usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. Pemerintah menargetkan, 30 juta UMKM masuk (onboarding) dalam ekosistem digital pada 2024.

Sampai Juni 2022, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, sudah ada 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce (lokapasar). Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penciptaan nilai ekonomi baru untuk menghadirkan UMKM dalam ekosistem digital, mempercepat satu juta UMKM tersedia dalam platform pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

BACA  Indonesia Dorong Terciptanya Ekosistem Digital Di Tingkat Global

Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) merupakan bagian dari mempromosikan penggunaan produk dalam negeri, khususnya inovasi dan karya dari UMKM. Salah satunya, melalui platform digital.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyatakan, ekonomi digital sangat lekat dengan pemanfaatan aspek digital oleh proses bisnis UMKM dan koperasi. “Tercatat, 86 persen pelaku UMKM tergantung pada internet untuk menjalankan kegiatan usahanya, 73 persen memiliki akun pada lokapasar digital, dan 82 persen promosi melalui internet,” ujarnya, dalam side event The Business G20 (B20) Indonesia bertajuk Digital Economy to Support SDGs yang disiarkan secara daring di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Kemenkop dan UKM mencatat, kalangan UMKM telah menyumbangkan 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Dengan begitu, UKM memiliki peran penting dalam peta ekonomi digital Indonesia.

BACA  Berantas Praktik Rentenir Dengan Perkuat Koperasi Sebagai Alternatif Pembiayaan Mikro

Peran itu tidak lantas surut saat pandemi menerpa Indonesia. Sebab, kemampuan adaptasi UMKM yang bertransformasi selama pandemi terbukti menjadi faktor kunci resiliensi UMKM di Indonesia.

“Studi oleh World Bank menyebutkan bahwa 80 persen UMKM yang telah hadir dalam ekosistem digital memiliki resiliensi lebih baik di masa pandemi,” kata Menteri Teten.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.