Presiden Jokowi meresmikan bendungan kesembilan pada 2021. Petani berharap, langkah itu bisa mengerek produktivitas dan kesejahteraannya.

Jeneponto, tambahasil.com – Nurham dan Rewa adalah dua dari ratusan petani sawah dari Kabupaten Jeneponto yang berkesempatan bertemu Presiden Joko Widodo ketika peresmian Bendungan Karalloe, pada 23 November 2021. Keduanya mewakili para petani mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kehadiran bendungan itu.

Bendungan Karalloe dinilai dapat memberikan manfaat secara langsung terhadap masyarakat sekitar. Para petani setempat pun menyampaikan pesan dan harapannya terhadap kehadiran bendungan yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Selan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kehadiran Bendungan Karalloe, Nurham mengungkapkan harapan para petani di Kabupaten Jeneponto. Menurutnya, selama ini di Jeneponto kekurangan air untuk irigasi. Oleh karena itu, adanya bendungan ini membuat masyarakat Jeneponto berkecukupan air.

“Harapan saya, selaku petani, kehadiran bendungan ini membuat semua petani bisa meningkat kesejahteraannya. Produktivitas petani meningkat, otomatis kesejahteraan petani pun meningkat,” ucap Nurham, penuh haru.

BACA  Presiden Melihat Potensi Tanaman Porang Sebagai Makanan Sehat Masa Depan

Hal senada disampaikan Rewa, petani lainnya. Dia berharap, keberadaan Bendungan Karalloe dapat meningkatkan hasil dari produksi para petani hingga berkali lipat. “Supaya hasil produksi pertanian semakin meningkat dari satu ton, dua ton, mudah-mudahan adanya Bendungan Karalloe bisa meningkat sampai paling tidak tujuh atau delapan ton,” ucap Rewa.

Bendungan Karalloe secara administrasi terletak di Desa Garing, Desa Datara, Kecamatan Tompobulu dan di Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Daerah genangan dan daerah aliran sungai terletak di Kabupaten Gowa, sedangkan jaringan irigasi dan daerah irigasinya terletak di Kabupaten Jeneponto.

Bendungan yang menghabiskan anggaran pembangunan sebesar Rp1,27 triliun itu memiliki kapasitas tampung 40,50 juta meter kubik dan luas genangan 145 hektare. “Alhamdulilah Bendungan Karalloe yang dibangun menghabiskan anggaran Rp1,27 triliun hari ini telah selesai dan siap untuk kita resmikan,” ujar Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya saat peresmian berlangsung.

BACA  Membangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar di Gowa

Presiden Jokowi menjelaskan, meskipun berada di Kabupaten Gowa, Bendungan Karalloe nantinya akan memberikan manfaat untuk mengairi 7 ribu hektare lahan pertanian yang ada di Kabupaten Jeneponto. Melalui manfaat tersebut, Bendungan Karalloe diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

“Dengan adanya Bendungan Karalloe, petani yang dulu hanya panen padi sekali, palawija sekali, nanti insyaallah bisa dua kali panen padi dan sekali palawija,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan Bendungan Karalloe juga diharapkan dapat mengurangi banjir di Kabupaten Jeneponto hingga 49 persen. Tak hanya mereduksi banjir, bendungan itu juga diharapkan dapat memberikan manfaat lain bagi masyarakat sekitar, mulai dari pembangkit listrik tenaga air sebesar 4,5 megawatt, air baku 440 liter/detik, hingga pariwisata.

“Ini juga akan memberikan dampak yang baik karena air di-manage dari Bendungan Karalloe dan juga memiliki kemanfaatan bagi pembangkit listrik, air baku, yang semuanya nanti diperuntukkan bagi masyarakat,” ucap Presiden Jokowi.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.