Jakarta, tambahasil.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari bersama Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma menyerahkan bantuan sarana dan prasarana Tempat Pembuangan Sementara/Pusat Daur Ulang (TPS/PDU) kepada Kelompok Penggiat Sampah Bank Sampah Amad Potong Lembu di Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada medio September lalu. Bantuan tersebut terdiri dari motor angkut sampah, mesin pres sampah kering, tempat sampah outdoor dan sarana pendukung lainnya.

Tari menjelaskan Kelurahan Kemboja menjadi lokasi sasaran penyaluran bantuan Pemerintah berupa sarana dan prasarana TPS/PDU dengan alasan wilayah tersebut merupakan kelurahan pesisir yang terletak di bibir laut, dekat dengan pasar dan pelabuhan serta menjadi persinggahan sampah dari segala penjuru. Kondisi lingkungan akan semakin memburuk akibat sampah laut yang dipengaruhi oleh pasang surut.

BACA  Ikan Hias Pulau Dewata Jangkau Pasar Global

“Minimnya fasilitas pemungut sampah laut, masih rendahnya kesadaran masyarakat sekitar, dan banyaknya pedagang pasar menjadi tantangan yang harus ditangani. Kebocoran sampah dari daratan yang masuk ke laut sangat berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata. Ini tentunya akan mengganggu kehidupan biota laut, ekosistem pesisir dan kesehatan manusia,” jelasnya.

Wilayah pesisir dan laut Indonesia sangat rentan dengan berbagai ancaman pencemaran baik yang berasal dari aktivitas domestik manusia, industri, perhubungan laut, dumping maupun aktivitas lainnya. Indonesia masih dianggap sebagai penyumbang sampah plastik ke-2 di dunia, sedangkan sampah yang masuk ke laut 80% berasal dari daratan.

”Jika sampah plastik ini tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka terjadi proses pelapukan menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir atau dimakan oleh plankton dan ikan. Lalu, berdampak juga kepada sektor kelautan dan perikanan. Sementara, implikasi mikroplastik tersebut bisa masuk ke rantai makanan (food-chain) yang akhirnya dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia,” terang Tari.

BACA  Peningkatan Produktivitas Budidaya Ikan Bubara Atau Ikan Kuwe

Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma mengungkapkan bahwa Kota Tanjungpinang menghasilkan timbunan sampah per tahunnya sekitar 54 ribu ton dan rata-rata per hari terangkut ke TPA sebesar 92 ton. Pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari rumah terus disosialisasikan agar masyarakat dapat mengurangi sampah baik organik maupun anorganik.

“Hingga saat ini telah terbentuk 42 Kelompok Bank Sampah. Diantaranya 1 kelompok pengolahan sampah organik dan 2 kelompok rumah kreatif. Dengan capaian pengurangan pada semester 1 Tahun 2021 sebesar 9.224 ton atau sebesar 17%. Potensi timbunan sampah dari aktivitas darat maupun laut tidak hanya dapat memberikan dampak yang bersifat lokal, lebih luas lagi yaitu dampak perubahan iklim,” urai Rahma.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.