Sejumlah program pemulihan ekonomi pada tahun ini akan ditata ulang agar penyerapan anggarannya lebih baik dan tepat sasaran.

Jakarta, tambahasil.com – Pemerintah di tahun ini terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Kendati kasus Covid-19 mulai melandai, sejumlah tantangan seperti munculnya varian Omicron serta ketidakpastian ekonomi global perlu diantisipasi. Oleh karena itu, sebagian anggaran negara tetap dialokasikan untuk kesehatan masyarakat, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kementerian Keuangan kali ini menyediakan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 sebesar Rp455,62 triliun. Dana tersebut merupakan pagu indikatif PEN yang sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

BACA  PT Krakatau Steel Lakukan Transformasi dan Restrukturisasi

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (19/1/2022), anggaran tersebut dibagi ke dalam tiga bidang yakni kesehatan sebesar Rp122,5 triliun, perlindungan sosial Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi Rp178,3 triliun.

Dipaparkan, anggaran kesehatan itu difokuskan untuk penyediaan vaksin corona dan perawatan pasien Covid-19. Sebagian lagi untuk membayar perawatan pasien Rp94 triliun pada 2021. Di samping itu, masih ada tagihan sekitar Rp23 triliun yang akan dibayarkan pada 2022.

“Jadi untuk kesehatan ini terutama perawatan itu under budgeting, karena begitu terjadi kenaikan Covid-19 (akibat varian Delta), itu pasti realisasinya jauh lebih tinggi,” ungkap Menkeu Sri Mulyani.

BACA  Yang Ringan Dan Tanpa Gejala Bisa Isolasi Di Rumah

Ketersediaan vaksin untuk program reguler untuk umum, lansia, dan anak maupun dosis ketiga dinilai memadai. Adapun realisasi pembelian vaksin bisa lebih rendah dari sebelumnya. Mengingat Indonesia mendapatkan hibah vaksin Covid-19 yang cukup banyak dari negara sahabat maupun dari aliansi COVAX.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi nasional Covid-19 per 18 Januari 2022 sudah menembus lebih dari 300 juta suntikan atau 72% dari total target 416,4 juta suntikan.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.