Aksi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) terus digencarkan. Antara 2015–2020, kegiatan RHL bisa mencakup kawasan seluas 575 ribu hektare (ha). Deforestasi turun, indeks tutupan lahan meningkat.

Sintang, tambahasil.com – Lengan baju putihnya disingsingkan di bawah siku, lantas Presiden Joko Widodo pun mengayunkan sekopnya. Lima atau enam kedukan tanah ditumpahkannya ke lubang tempat bibit pohon itu siap ditanam. Upacara penanaman pohon buah di atas lahan bekas lokasi pertambangan itu menandai dilakukannya program rehabilitasi hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (6/11/2021).

‘’Kita tahu lahan ini adalah bekas pertambangan emas kira-kira di tahun ’90-an. Kemudian tadi kita telah menanam pohon baik itu buah-buahan dan spesies-spesies lainnya,” ujar Presiden Jokowi di lokasi penanaman.

Dengan penanaman pohon tersebut, Presiden Jokowi berharap daerah tangkapan air (DTA) atau catchment area yang rusak, karena pertambangan atau usaha lain nonkehutanan, bisa pulih kembali. Khusus di Kalimantan Barat, rehabilitasi  ini akan dilakukan baik di DAS hulu Kapuas maupun DAS hulu Melawi. Bila berhasil, penanaman hutan buah-buahan itu juga akan dilakukan di provinsi lainnya.

BACA  Penanganan Kasus Anthrax Di Gunung Kidul

‘’Kita akan juga membangun sebuah tempat  persemaian (nursery) di lingkungan Sungai Kapuas ini,’’ kata Presiden Jokowi menambahkan. Selain untuk merehabilitasi catchment area di hulu sungai, bibit-bibit pepohonan itu akan digunakan untuk memperbaiki kawasan hutan pada umumnya.

Dalam laporan tertulisnya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, kawasan hulu DAS Kapuas merupakan daerah  resapan air yang harus dilestarikan. DAS hulu Kapuas itu juga meliputi DAS Melawi karena kedua sungai itu bertemu di Kota Sintang. DAS hulu Kapuas itu, tutur Menteri Siti, membawa peran penting dalam menjaga potensi sumber daya air di kawasan tersebut.

“Jika kawasan ini rusak, potensi hidrologi yang besar itu akan hilang,” ujar Menteri Siti mewanti-wanti. Stabilitas permukaan Sungai Kapuas tak hanya penting untuk pengendalian banjir, lebih dari itu ia juga dibutuhkan untuk menjaga tanah-tanah gambut di hilir tetap berair, agar tidak semakin banyak mengemisikan karbon.

BACA  Presiden Ajak Petani Milenial Menjadi Motor Penggerak Pertanian

Sungai Kapuas sendiri berkelok-kelok sepanjang 1.143, dari pegunungan Kapuas Hulu hingga Kota Pontianak. Ada pun kawasan DAS Kapuas itu membentang dari Kabupaten Kapuas Hulu sampai ke Kota Pontianak yang melintasi sejumlah kabupaten. Sebut saja mulai dari Kabupaten Sintang, lalu Melawi, Sekadau, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Landak.

Sejak 2016, DAS Kapuas termasuk dalam target rencana strategis dan prioritas Kementerian LHK untuk dipulihkan daya dukungnya karena tingkat kekritisan lahan. Secara khusus Presiden Jokowi pun telah menetapkan program untuk membangun satu unit persemaian. Targetnya, bisa menyediakan bibit aneka pohon untuk rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Barat, khususnya DTA Kapuas. Kapasitas produksi bibit direncanakan minimal 10 juta batang per tahun.

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.